Menbud Fadli: Film Hebat Berawal dari Skenario yang Berkualitas

  • 20 Apr 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menbud Fadli Zon menegaskan kualitas film sangat bergantung pada kekuatan skenario sebagai fondasi utama cerita.
  • Pemerintah mendorong pengembangan film sejarah dan anak melalui afirmasi, karena dinilai belum sekuat genre populer seperti horor.
  • Kemenbud menilai pentingnya mendorong karya film bertema perlawanan dan kebangsaan untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan bahwa kualitas sebuah film sangat ditentukan oleh kekuatan skenario. Menurutnya, film yang baik hanya dapat lahir dari naskah yang ditulis secara matang dan berkualitas.

Ia menjelaskan, peran sutradara dan aktor memang penting dalam proses produksi film. Namun, tanpa didukung skenario yang kuat, hasil akhir sebuah film tidak akan optimal.

"Film-film hebat itu hanya bisa kalau skenarionya juga bagus. Tapi kalau sutradaranya bagus, aktornya hebat, aktrisnya hebat, tapi kalau naskahnya kurang, maka film itu menjadi kurang," katanya saat ditemui wartawan usai acara Penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin, 20 April 2026.

Ia menilai, penulisan skenario merupakan elemen vital dalam industri perfilman. Skenario tidak hanya menjadi fondasi cerita, tetapi juga menentukan arah artistik dan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, afirmasi diperlukan untuk pengembangan genre tertentu, seperti film sejarah dan film anak. Berbeda dengan genre horor yang dinilai telah berkembang pesat, kedua genre tersebut masih membutuhkan dukungan luas agar semakin diminati.

"Kalau lomba skenario film horror, saya kira tidak perlu afirmasi, kalian sudah hebat dan jago. Tapi kalau lomba skenario film yang berkembang dengan sejarah, ini perlu," ucapnya, menegaskan.

Dengan penguatan pada aspek skenario, pemerintah optimistis membuat industri film nasional dapat menghasilkan karya-karya berkualitas. Selain itu juga mampu memperoleh apresiasi luas dari masyarakat.

Sementara itu, dalam mewujudkan ekosistem perfilman yang maju, diperlukan penguatan narasi film bertema perlawanan dan kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenbud, Irini Dewi Wanti.

Ia menilai, di tengah berbagai capaian, masih terdapat ruang kreatif yang perlu terus didorong dan dikembangkan. Khususnya dalam memperkuat narasi tersebut.

"Melalui sinema, kami mengundang para pelaku film untuk mengisi ruang kreatif ini. Khususnya dengan menghadirkan karya-karya yang memperkuat narasi perlawanan dan kebangsaan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....