Dirjen Kemenbud: Film Kunci Peradaban dan Identitas Bangsa

  • 17 Apr 2026 20:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film memiliki peran strategis sebagai bagian dari peradaban, identitas bangsa, serta media penyampai nilai budaya.
  • Pengembangan film perlu menyeimbangkan aspek industri dengan nilai budaya untuk membangun literasi dan kesadaran berbangsa.
  • Festival film berpotensi menjadi ruang pengembangan sineas muda dan jembatan menuju pengakuan di tingkat internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan bahwa film memiliki peran strategis sebagai bagian dari peradaban dan identitas bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud, Ahmad Mahendra.

Ia mengatakan, film tidak hanya sekadar produk audiovisual, tetapi telah berkembang menjadi medium yang memuat berbagai nilai kebudayaan, "Film merupakan akumulasi dari seni, teknologi, dan berbagai aspek lain yang menjadikannya memiliki posisi sangat strategis dalam kebudayaan," katanya dalam dialog Revisi UU Perfilman: Literasi dan Apresiasi via daring, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, selama ini perhatian terhadap film cenderung berfokus pada aspek industri dan produksi. Padahal, menurutnya, film juga memiliki fungsi penting dalam membangun literasi dan apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai budaya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa film dapat memperkuat jati diri, identitas, serta kesadaran berbangsa. Film dinilai mampu merepresentasikan perjalanan sejarah, perjuangan, dan peradaban bangsa yang terus berkembang.

Menurutnya, karya film yang baik tidak hanya berorientasi pada industri. Tetapi juga membawa pesan dan nilai yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

"Film harus mampu menghadirkan kebanggaan. Sekaligus nilai-nilai yang membangun kesadaran kolektif sebagai bangsa," ujarnya.

Ia mengingatkan agar pengembangan film tidak semata-mata didorong oleh kepentingan ekonomi. Tapi juga menjaga keseimbangan nilai budaya dan industri penting agar film berperan dalam membentuk peradaban bangsa yang berkelanjutan.

Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menilai Festival Film Indonesia berpotensi menjadi ruang pengembangan sineas muda berbakat. Ia mengatakan, ke depan festival film di Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai 'kawah candradimuka' bagi para pembuat film.

"Festival harus menjadi tempat lahir dan berkembangnya talenta-talenta baru perfilman Indonesia," ujarnya. Praktik tersebut, kata dia, terlihat di festival internasional, perjalanan film berkembang dari satu festival ke festival lainnya.

Misalnya, film yang pertama kali diputar di festival Asia, kemudian berlanjut ke festival besar dunia. Seperti Sundance Film Festival, Busan International Film Festival, hingga Festival Film Cannes.

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa festival memiliki peran penting dalam membesarkan karya. Sekaligus membuka jalan bagi sineas untuk dikenal lebih luas di kancah global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....