Menbud Fadli Berikan Apresiasi Kepada Pemenang Kompetisi Skenario SINEMA 2026
- 20 Apr 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenbud memberikan penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026 dalam rangka Hari Film Nasional ke-76, sebagai bentuk komitmen memajukan ekosistem perfilman Indonesia.
- Menbud Fadli Zon menegaskan film bukan sekadar hiburan, tetapi sarana strategis untuk merawat identitas bangsa, memperkuat memori kolektif, dan investasi ketahanan budaya.
- Meski perfilman Indonesia kian berkembang secara global, Kemenbud menilai masih perlu penguatan ruang kreatif, khususnya dalam narasi kebangsaan melalui keberagaman perspektif sineas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memberikan penghargaan kepada para pemenang Kompetisi Skenario SINEMA 2026. Kompetisi ini mencakup dua kategori, yakni Skenario Sinema Cerita Film Panjang dan Skenario Sinema Cerita Film Pendek.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa perlombaan ini hadir sebagai sebagai wujud peringatan Hari Film Nasional yang ke-76. Sekaligus bagian dari komitmen pemerintah dalam memajukan ekosistem perfilman Indonesia.
"Selamat bagi para penulis naskah yang hebat, karya terbaik anda ini membuat perubahan perfilman Indonesia. Tahun ini, Hari Film Nasional ke-76, patut bersyukur karena film nasional semakin menjadi tuan rumah di negeri sendiri," katanya saat menghadiri acara Penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin, 20 April 2026.
Ia menceritakan, bahwa penyelenggaraan kompetisi ini merupakan hasil dari berbagai diskusi dengan pelaku industri film. Terutama saat awal dirinya menjabat sebagai Menteri Kebudayaan.
Ia menyebut, kalangan sineas menjadi pihak pertama yang diajak berdialog untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. "Saya masih ingat waktu itu, baru dua minggu dan kemudian beberapa kali, kemudian kita melakukan diskusi FGD dan lain-lain," ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan ruang strategis untuk merawat identitas bangsa. Serta menjembatani keberagaman yang dimiliki Indonesia.
Kementerian Kebudayaan berupaya memastikan memori kolektif bangsa tidak tergerus oleh waktu. Salah satunya melalui fasilitasi penulisan naskah yang kuat secara historis, namun tetap luas secara naratif.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk investasi terhadap ketahanan budaya. Pemerintah ingin generasi mendatang mengenal jati diri bangsa tidak hanya melalui buku teks, tetapi juga melalui karya film.
"Kita ingin agar generasi mendatang mengenal jati diri bangsanya. Bukan hanya melalui buku teks tapi juga melalui karya film," katanya.
Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenbud, Irini Dewi Wanti menyoroti perkembangan perfilman di Indonesia. Ia mengatakan bahwa perfilman Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di kancah global.
Namun, di tengah capaian tersebut, ia menilai masih terdapat ruang kreatif yang perlu terus didorong dan dikembangkan. Khususnya dalam penguatan narasi kebangsaan dan semangat perjuangan.
"Melalui sinema, kami mengundang para pelaku film untuk mengisi ruang tersebut. Dengan merajut kembali narasi kebangsaan melalui keberagaman perspektif serta kekayaan gagasan yang luas," ucapnya.
Untuk diketahui, puluhan finalis dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi dan memeriahkan kompetisi tersebut. Para peserta menampilkan beragam ide dan gagasan cerita yang mencerminkan kekayaan budaya serta perspektif kebangsaan.
Dari puluhan naskah film yang diperlombakan membuat para juri terkagum dan kesulitan untuk menentukan pemenang. Berikut adalah daftar pemenang dari berbagai kategori.
Skenario Sinema Cerita Film Panjang
1. Kapaselam Kalibayam (Tito Imanda) - Juara 1
2. Pertaruhan Sunyi (Suharso) - Juara 2
3. Mardjiker: Panggung Kematian (Satria Sunanda) - Juara 3
Skenario Sinema Cerita Film Pendek
1. Gerbong Maut (Dhony Fachri Wibawa) - Juara 1
2. Tuang Yosep (Mariemon Simon Setiawan) - Juara 2
3. Bayangan Dalam Asa (Herlambang Irdiansyah Saputra) - Juara 3
Finalis Unggulan
1. Hatta - Sutanto Thamrin
2. Hadiah Dari Persembunyian - Dadi Pujiadi
3. RAI - Tamawal Frans M
4. Shodanco - Hafizul Putra
5. Pintu Tertutup - Abdurrohman Syakbani Nasution
6. Pasar Malam Koeli Kontrak - Rizlan Effendi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....