Pameran IWA #4 Refleksikan Perjuangan Seniman Perempuan Indonesia
- 10 Apr 2026 02:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pameran IWA #4 menjadi refleksi perjuangan panjang melawan dominasi narasi seni yang menyampingkan perupa perempuan.
- Sejak 2007 hingga kini, IWA menunjukkan kemajuan pesat, didukung teknologi dan menghadirkan seniman lintas generasi, termasuk yang senior.
- Pemerintah menekankan pentingnya langkah afirmatif dan dukungan bersama agar karya perempuan lebih terekspos dan diakui luas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pameran Indonesian Women Artists (IWA) #4 tidak hanya menjadi ruang pamer karya perempuan Indonesia. Ia juga menjadi refleksi perjalanan panjang memperjuangkan pengakuan seniman perempuan di Tanah Air.
Kurator IWA #4 Clara Bianpone menyebut pameran ini lahir dari kegelisahan minimnya representasi perempuan dalam sejarah seni rupa. Ia menilai narasi seni selama ini cenderung mengesampingkan kontribusi perupa perempuan.
"Penulisan sejarah seni rupa Indonesia agak menyampingkan cerita perempuan. Bahkan pernah ada yang bilang tidak ada artis perempuan," katanya saat ditemui wartawan usai pameran "Indonesian Woman Artist #4: On The Map", Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 9 April 2026.
Namun, anggapan tersebut terpatahkan ketika tim kurator berhasil menghimpun puluhan karya perempuan yang layak dipamerkan. Pada penyelenggaraan pertama, IWA menghadirkan 34 seniman perempuan lintas generasi melalui pameran bertajuk 'The Curtain Opens.'
Setelah sempat vakum selama lebih dari satu dekade, IWA kembali digelar pada 2019. Kembalinya pameran tersebut kemudian menampilkan perkembangan signifikan dalam karya perupa perempuan.
Ia menilai perubahan tersebut tidak lepas dari kemajuan teknologi yang membuka ruang ekspresi lebih luas bagi perempuan. "IWA kedua menunjukkan bahwa perempuan sudah melompat jauh ke depan, dengan eksplorasi medium dan teknologi yang semakin beragam," ujarnya.
Pada edisi berikutnya, IWA juga memberi ruang khusus bagi seniman perempuan senior yang telah konsisten berkarya. Langkah ini diambil untuk menegaskan kreativitas perempuan tidak terbatas usia dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
Sementara itu, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan mengajak seluruh pihak bersama-sama mendorong keterlibatan perempuan di berbagai sektor. Ini termasuk mulai dari seni rupa hingga musik, agar kesempatan berkarya semakin terbuka luas.
Tanpa langkah nyata, perempuan akan terus menghadapi keterbatasan ruang berekspresi dan menunjukkan karyanya. Menurutnya, perempuan juga perlu saling mendukung agar lebih berani tampil dan memperjuangkan ruangnya di publik.
"Selama tidak ada afirmatif action untuk memberikan ruang kepada perempuan, maka sampai kapan pun karya perempuan tidak akan terekspos secara luas," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....