Wamen PPPA: Perempuan Harus Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

  • 08 Apr 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan perempuan harus menjadi aktor utama dalam menggerakkan ekonomi nasional
  • Wamen PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan perempuan harus menjadi aktor utama dalam menggerakkan ekonomi nasional. Wamen PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial masyarakat.

Menurut Veronica, perempuan tidak lagi boleh diposisikan sekadar sebagai penerima manfaat pembangunan dalam berbagai program pemerintah. Ia menegaskan perempuan harus dilibatkan sebagai penggerak utama dalam sektor strategis pembangunan nasional.

“Perempuan harus menjadi subjek dan pelaku utama dalam strategi ekonomi nasional, bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga pemimpin. Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci dalam memperkuat dampak program pembangunan, sekaligus menghapus ego sektoral antarinstansi,” kata Veronica Tan dalam dialog nasional dan lokakarya bertema Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengembangan Kemandirian dan Resiliensi Nasional di Balaikota Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Menurut Veronica, sinergi tersebut bertujuan memastikan berbagai program pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia mencontohkan sejumlah program yang dapat diperkuat melalui kolaborasi, seperti program keluarga, sekolah rakyat, makanan bergizi, hingga ketahanan pangan.

“Program kami berfokus pada penguatan ketahanan pangan keluarga melalui kebun pangan lokal perempuan. Program ini juga menjadi ruang penguatan psikologis secara komunal serta wadah pengasuhan,” ucapnya.

Ia menambahkan pendekatan berbasis lokal menjadi penting dalam pemberdayaan perempuan. Khususnya dalam mengatasi berbagai keterbatasan infrastruktur dan distribusi di daerah.

“Kami mendorong penguatan dari lokal ke lokal. Dalam hal ini perempuan harus menjadi subjek, penerima manfaat, sekaligus pelaku utama,” ujar Veronica.

Sementara, Pemerintah menegaskan kepemimpinan perempuan menjadi faktor penting dalam memperkuat kemandirian masyarakat dan ketahanan nasional. Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard.

Ia mengatakan perempuan harus ditempatkan sebagai aktor strategis dalam pembangunan berbasis masyarakat untuk memperkuat ketahanan sosial. Menurutnya, keterlibatan perempuan penting agar kebijakan pembangunan lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan nyata komunitas.

“Desain Besar Pemberdayaan Masyarakat menempatkan perempuan tidak lagi sekadar sebagai kelompok rentan. Melainkan sebagai aktor strategis dalam memberdayakan komunitas,” kata Febrian Alphyanto Ruddyard

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....