Perkuat Ruang Berkarya Perempuan, Pameran IWA #4 Didukung Banyak Pihak
- 09 Apr 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kolaborasi dengan MCB, Kementerian Kebudayaan, dan pihak lain membantu efisiensi biaya serta memperkuat pelaksanaan pameran.
- Pameran Indonesian Women Artists direncanakan berubah dari agenda tahunan menjadi dua tahunan sebagai langkah penguatan kualitas dan skala.
- Pameran ini menjadi wadah pengakuan dan promosi karya perempuan, dengan dukungan pemerintah dinilai krusial bagi perkembangan seni rupa perempuan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pameran Indonesian Women Artists #4 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, khususnya BLU Museum Cagar dan Budaya (MCB). Langkah ini menandai babak baru menuju agenda yang lebih besar di masa mendatang.
Penanggung Jawa Unit Galeri Nasional, Bayu Genia Khrisbie mengatakan bahwa dukungan tersebut membantu pelaksanaan pameran, termasuk efisiensi biaya. "Dukungan ini membuat pelaksanaan pameran menjadi lebih kuat, karena ada kolaborasi dalam berbagai aspek," katanya saat ditemui wartawan usai peresmian pameran Indonesian Woman Artist #4: On The Map, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 9 April 2026.
Ia mengungkapkan, penyelenggaraan pameran ini akan mengalami perubahan format ke depan. Pameran Indonesian Women Artists tidak lagi digelar rutin tahunan, melainkan akan bertransformasi menjadi agenda dua tahunan atau biennale.
Menurutnya, pameran ini memiliki sejarah panjang sebagai inisiatif komunitas seni. Khususnya dari Cemara 6 Galeri yang telah berjalan sejak 2007.
Ia menilai, pameran tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang seni rupa perempuan di Indonesia yang terus berkembang. "Ini bisa disebut sebagai warisan pemikiran dengan perspektif feminis yang kuat dalam seni rupa Indonesia," ucapnya.
Kehadiran pameran ini juga menjadi ruang penting bagi seniman perempuan untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan yang lebih luas. Dalam konteks sejarah, seniman perempuan sebelumnya memiliki keterbatasan ruang, baik di Indonesia maupun di dunia.
Tidak hanya dalam karya artistik, tetapi juga dalam isu sosial, politik, hingga domestik yang diangkat melalui perspektif perempuan. Menurutnya, pameran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi perempuan dalam ekosistem seni rupa nasional.
Selain mendapat dukungan dari Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya (MCB). Pameran ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Dana IndonesiaRaya, Yayasan Cemara Enam, LPDP, dan EKRAF.
Sementara itu, Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi peran Cemara 6 Galeri. Terutama pada konsistennya menginisiasi pameran perempuan sejak awal.
Menurutnya, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak menjadi kunci dalam mendorong kemajuan perupa perempuan di Indonesia. Selain itu, ia juga menilai pentingnya peran negara dalam menyediakan platform bagi para seniman.
Fasilitas seperti galeri dinilai tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga sarana promosi dan penguatan identitas karya. "Kalau tidak dibantu pemerintah menyediakan platform, para perupa akan sulit berjalan sendiri," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....