Pemerintah Dorong Kepemimpinan Perempuan Perkuat Resiliensi Nasional

  • 08 Apr 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menegaskan kepemimpinan perempuan menjadi faktor penting dalam memperkuat kemandirian masyarakat dan ketahanan nasional
  • Wamen PPPA Veronica Tan menegaskan pentingnya ekosistem kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi perempuan memimpin pembangunan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menegaskan kepemimpinan perempuan menjadi faktor penting dalam memperkuat kemandirian masyarakat dan ketahanan nasional. Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard.



Ia mengatakan perempuan harus ditempatkan sebagai aktor strategis dalam pembangunan berbasis masyarakat untuk memperkuat ketahanan sosial. Menurutnya, keterlibatan perempuan penting agar kebijakan pembangunan lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan nyata komunitas.

“Desain Besar Pemberdayaan Masyarakat menempatkan perempuan tidak lagi sekadar sebagai kelompok rentan. Melainkan sebagai aktor strategis dalam memberdayakan komunitas,” kata Febrian Alphyanto Ruddyard saat memberikan sambutan dalam dialog nasional dan lokakarya bertema Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengembangan Kemandirian dan Resiliensi Nasional di Balaikota Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Sementara, Wamen PPPA Veronica Tan menegaskan pentingnya ekosistem kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi perempuan memimpin pembangunan. Ia menyebut perempuan kerap menjadi penggerak komunitas dan pengelola sumber daya keluarga terutama saat krisis.

“Resiliensi nasional tidak bisa dibangun tanpa memastikan perempuan memiliki ruang, akses, dan legitimasi untuk memimpin, baik di ranah formal maupun informal. Ketika perempuan kuat, keluarga akan kuat dan ketika keluarga kuat, komunitas menjadi tangguh, dan pada akhirnya memperkuat resiliensi nasional,” kata Veronica Tan.

Veronica Tan menyoroti program kebun pangan perempuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan ekonomi komunitas. Ia juga mendorong pengurangan beban kerja ganda perempuan melalui redistribusi tanggung jawab pengasuhan dalam keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....