Belajar Bahasa Jawa dari Lagu Kalih Welasku
- 29 Nov 2025 00:15 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah dengan pengguna atau jumlah penutur yang besar di Indonesia. Semakin maraknya lagu Jawa yang popular, membuat bahasa Jawa semakin menarik dan dipelajari oleh orang dengan bahasa daerah lain.
Belajar Bahasa Jawa dengan menggunakan lagu popular adalah pilihan yang cepat dan asik. Kalih Welasku, merupakan lagu yang dipopulerkan oleh Denny Caknan. Dari judulnyapun kita dapat mempelajari dua hal dalam satu frasa.
‘Kalih welas’ sendiri dapat diartikan sebagai ‘dua belas’ dalam Bahasa Jawa dengan penuturan yang halus. Akan tetapi, konteks dari lagu ini, ‘kalih’ dalam bahasa jawa halus berarti ‘dengan’ dan kata ‘welasku’ memiliki arti ‘belas kasihku’.
Jadi, menurut judul Kalih Welasku ini data diartikan ‘dengan belas kasihku’. Untuk belajar lebih lanjut, berikut adalah lirik Bersama artinya dari lagu tersebut.
LIRIK DAN ARTI LAGU KALIH WELASKU – DENNY CAKNAN
Anane mung tresna kalih welasku
(adanya hanya cinta dengan belas kasihku)
Anane mung iki sing tak nduweni
(adanya hanya ini yang aku miliki)
Daya-daya ngganduli, daya-daya nangisi
(sekuat tenaga ingin mempertahankan, sekuat tenaga menangisi)
Kesandhung-sandhung aku maksane atimu
(tersandung-sandung aku untuk memaksakan hatimu)
Gapuk, meh tumbang, tak gawe-gawe dhewe
(lapuk, hampir tumbang, aku yang membuat-buat sendiri)
Ra isa ngukur, kurang kesadharanku
(tidak bisa mengukur, kurang kesadaranku)
Kekarepanku, yen pancen dadi siji
(keinginanku, kalaupun jika memang menjadi satu)
Isa ngrumat lan baturi
(bisa merawat dan menemani)
Tekan besok nganti pethuk pati
(sampai nanti hingga menemui kematian)
Urung kewujud, kowe kesusu mutusi
(belum terwujud, kamu sudah buru-buru memutuskan)
Aku sembrana ning ra sepira
(aku ceroboh namun tidak seberapa)
Malah dadi perkara
(malah menjadi masalah)
Nanging ra papa ketula-tula
(tetapi tidak apa-apa terlunta-lunta)
Dadi tulisan kanggo cerita tuwa
(jadi tulisan untuk cerita masa tua)
Anane mung tresna kalih welasku
(adanya hanya cinta dengan belas kasihku)
Anane mung iki sing tak nduweni
(adanya hanya ini yang aku miliki)
Daya-daya ngganduli, daya-daya nangisi
(sekuat tenaga mempertahankan, sekuat tenaga menangisi)
Kesandhung-sandhung aku maksane atimu
(tersandung-sandung aku untuk memaksakan hatimu)
Gapuk, meh tumbang, tak gawe-gawe dhewe
(lapuk, hampir tumbang, aku yang membuat-buat sendiri)
Ra isa ngukur, kurang kesadharanku
(tidak bisa mengukur, kurang kesadaranku)
Kekarepanku, yen pancen dadi siji
(keinginanku, kalaupun jika memang menjadi satu)
Isa ngrumat lan baturi
(bisa merawat dan menemani)
Tekan besok nganti pethuk pati
(sampai nanti hingga menemui kematian)
Urung kewujud, kowe kesusu mutusi
(belum terwujud, kamu sudah buru-buru memutuskan)
Aku sembrana ning ra sepira
(aku ceroboh namun tidak seberapa)
Malah dadi perkara
(malah menjadi masalah)
Nanging ra papa ketula-tula
(tetapi tidak apa-apa terlunta-lunta)
Dadi tulisan kanggo cerita tuwa
(jadi tulisan untuk cerita masa tua)
Anane mung tresna kalih welasku
(adanya hanya cinta dengan belas kasihku)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....