Vietnam Pamerkan Kekuatan Maritim pada Peringatan 80 Tahun
- 02 Sep 2025 16:19 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Vietnam menegaskan posisinya sebagai kekuatan maritim yang kian berkembang dengan menggelar parade laut berskala besar di Teluk Cam Ranh, sekitar 1.100 km dari Hanoi. Acara ini menjadi bagian dari peringatan 80 tahun Hari Nasional dan untuk pertama kalinya menampilkan kekuatan penuh angkatan laut, termasuk kapal selam, kapal perang, pesawat udara, serta helikopter. Kapal fregat Gepard 3.9 buatan Rusia memimpin formasi berbentuk huruf V, diikuti kapal patroli dan kapal penjaga pantai, sementara di udara helikopter melakukan manuver atraktif.
Vietnam telah berinvestasi besar dalam modernisasi angkatan lautnya selama satu dekade terakhir, khususnya untuk memperkuat klaim kedaulatan di Laut Cina Selatan. Enam kapal selam Kilo-class senilai sekitar US$2 miliar yang dibeli dari Rusia pada 2009 resmi beroperasi sejak 2017, menjadikan Vietnam sebagai negara dengan armada kapal selam terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, Hanoi terus menambah kapal patroli besar, pesawat pengintai, dan unit pasukan marinir sebagai bagian dari strategi defensif untuk mengamankan garis pantai sepanjang 3.300 km.
| Baca juga: Peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia. |
Menurut laporan International Institute for Strategic Studies (IISS), angkatan laut Vietnam kini memiliki sekitar 40.000 personel, termasuk 27.000 pasukan infanteri marinir, enam kapal selam Kilo-class, dua kapal selam Yugo-class, 71 kapal permukaan, dan satu unit udara maritim. Meski kekuatan maritim Vietnam masih jauh di bawah Tiongkok, fokus utama Hanoi bukanlah konfrontasi, melainkan pencegahan dan perlindungan wilayah. Pemerintah Vietnam menegaskan bahwa Laut Cina Selatan menjadi prioritas utama dalam program modernisasi militernya.
Selain investasi pada alutsista modern, Vietnam juga memperluas strategi maritimnya melalui pembangunan pulau buatan di Kepulauan Spratly. Menurut Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), hingga Maret 2025 Vietnam telah membangun sekitar 70% luas lahan buatan dibandingkan dengan Tiongkok, meskipun Beijing tetap unggul dalam hal militerisasi dan pemasangan sistem rudal di pulau-pulau tersebut. Untuk mengurangi ketergantungan pada Rusia, Hanoi mulai menggandeng mitra internasional, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, India, dan Prancis, serta menggelar pameran persenjataan untuk menarik investasi dan kerja sama teknologi.
Peringatan 80 tahun Hari Nasional ini menjadi simbol ambisi Vietnam dalam memperkuat pertahanan sekaligus mengirim pesan kedaulatan kepada dunia internasional. Dengan strategi modernisasi berbasis teknologi, diplomasi militer, dan peningkatan kehadiran di Laut Cina Selatan, Vietnam menegaskan kesiapannya menghadapi dinamika geopolitik kawasan. Parade maritim di Teluk Cam Ranh dan arak-arakan militer di Hanoi menjadi penanda bahwa Vietnam kian percaya diri menjaga kedaulatan sekaligus memproyeksikan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....