Asal Usul Permainan Tradisional Patok Lele

  • 29 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Berdasarkan literatur sejarah, permainan tradisional Patok Lele berasal dari Sumatera Barat. Patok Lele adalah permainan kuno rakyat yang pada awalnya populer di wilayah Solok Selatan, Sumatera Barat. Permainan tradisional Patok Lele adalah permainan rakyat Nusantara yang berasal dari Sumatera Barat dan merupakan salah satu seni permainan tradisi yang sangat tua.

Permainan ini lahir dari kreativitas masyarakat agraris terdahulu yang memanfaatkan bahan alam sederhana untuk mengisi waktu senggang setelah bertani atau berladang dan bahkan dipertandingkan dalam memperingati HUT RI, lebaran dan lain-lain. Sifat permainan ini edukatif, rekreatif dan kompetitif sebagaimana dimuat laman Wikipedia.

Permainan Patok Lele dimainkan oleh 2 kelompok yang anggotanya berjumlah sama. Dalam permainan ini, pemain menggunakan 2 potong kayu yang masing-masing berdiameter 3 cm yaitu sebuah kayu yang panjangnya 30 cm sebagai pemukul/induk sedangkan sebuah kayu lain yang panjangnya 15 cm sebagai anak patok lele, seperti dirilis laman Wikipedia.

Nama "Lele" diambil dari gerakan kayu kecil saat dipukul yang melesat dan meliuk-liuk di udara, menyerupai gerakan ikan lele saat berenang di air. Kata "Patok" merujuk pada lubang atau landasan batu bata yang digunakan untuk mengungkit kayu. Walau tercatat kuat dalam tradisi Solok Selatan di Sumatra Barat, permainan ini menyebar luas dan diadaptasi oleh berbagai suku di Indonesia dengan nama yang berbeda sebagaimana dimuat laman Wikipedia.

  • Aceh: dikenal dengan nama Meuen Kandang atau Meuen Geulungku (Pidie Jaya)

  • Bangka Belitung: Dikenal dengan nama Tak Tek.

  • Jawa Barat: Dikenal dengan nama Gatrik.

  • Jawa Tengah dan Yogyakarta: Dikenal dengan nama Benthing atau benthik.

  • Jawa Timur: dikenal dengan nama patil lele atau Patilan atau pate lele

  • NTT: dikenal dengan nama Kayu Doi

  • Kalimantan Selatan: Terdapat pula variasi permainan serupa dengan sebutan Buta Lele.

  • Daerah lain: Gatik, Takadal, Tal Kadal dan Betruk

Dalam permainan Patok Lele terdapat dua peran utama yang dijalankan oleh masing-masing tim, yaitu:

  1. Pemukul, yaitu tim yang bertugas memukul kayu pendek menggunakan kayu panjang sejauh dan sekuat mungkin agar mendapatkan poin. Tim ini harus memiliki strategi dan tenaga yang cukup agar kayu pendek dapat terlontar sejauh mungkin dari jangkauan lawan.

  2. Penangkap, yaitu tim yang bertugas menangkap lemparan kayu pendek. Jika berhasil menangkapnya, tim penangkap mendapat giliran untuk memukul. Namun jika gagal, mereka harus melempar kayu pendek sedekat mungkin ke batu dasar agar tim pemukul tidak mendapat poin yang besar.

Tim yang berhasil memukul kayu pendek paling jauh dinyatakan sebagai pemenang permainan seperti dimuat laman Wikipedia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....