Konferensi SDGs ke-9 UBM Gorontalo Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat
- 20 Sep 2026 16:09 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menegaskan komitmennya memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor dan penerapan hasil penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio pada pelaksanaan Konferensi Interdisipliner Internasional ke-9 tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2026 UBMG, yang dilaksanakan Minggu 20 September 2026.
Mengangkat tema Eleven Years of SDGs: Progress, Lessons and the Road Ahead, konferensi ini menjadi ruang perjumpaan akademisi, pemerintah, praktisi, dan dunia usaha untuk membahas berbagai persoalan pembangunan berkelanjutan. Rektor mengatakan, penyelenggaraan konferensi internasional selama sembilan tahun secara konsisten merupakan bagian dari komitmen akademik dan tanggung jawab sosial UBM Gorontalo dalam berkontribusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, daerah, bangsa, hingga dunia.
“Konferensi ini merupakan komitmen akademik dan tanggung jawab sosial UBM untuk ikut berkontribusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, daerah, bangsa dan bahkan masyarakat dunia,” ucap Titin

Ia menegaskan, pembangunan berkelanjutan tidak boleh hanya dipahami sebagai harapan atau cita-cita, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata dan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kemajuan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan investasi. Titin menekankan pentingnya menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, termasuk memastikan akses masyarakat terhadap pendidikan yang layak, layanan kesehatan berkualitas, pengurangan kemiskinan, kesempatan kerja, serta kesetaraan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan.
“Pembangunan tidak hanya bertumbuh tetapi juga adil, makmur dan inklusif, dan tidak hanya mengorbankan masa depan saat ini maupun yang akan datang,” kata Titin.
Ia menilai, tema konferensi menjadi momentum untuk merefleksikan pembelajaran selama perjalanan SDGs sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan.
Forum internasional tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas disiplin antara akademisi, pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Titin menambahkan, perluasan jejaring dan pertukaran gagasan menjadi bagian penting dalam menghasilkan inovasi yang mendukung pencapaian agenda SDGs. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan diskusi akademik, tetapi juga mendorong kontribusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia IISDGs, Dr. Ayu Anastasya Rachman, menjelaskan bahwa konferensi internasional tersebut merupakan agenda tahunan UBM Gorontalo yang diselenggarakan sebagai bagian dari internasionalisasi perguruan tinggi. Ayu mengatakan, kegiatan ini menjaring peneliti untuk mempresentasikan hasil riset terkait 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan pembicara nasional dan internasional sebagai pakar dalam bidang SDGs.
Selain itu, UBM memfasilitasi peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian melalui publikasi internasional bereputasi. Selama sembilan tahun pelaksanaan, konferensi tersebut telah melibatkan partisipasi mitra dari lebih dari 10 negara. Menurut Ayu, isu SDGs berkaitan langsung dengan berbagai persoalan sosial masyarakat dunia, mulai dari pendidikan berkualitas, kesehatan, hingga lingkungan. Hal ini sejalan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan UBM Gorontalo melalui program studi kesehatan dan lingkungan.

Ayu juga mengungkapkan, UBM Gorontalo pernah melaksanakan penelitian terkait stunting pada 2025 dengan melibatkan kolaborator dari Universitas Malaya, Malaysia. Penelitian tersebut menjadi salah satu upaya memperluas kerja sama internasional dalam pengembangan kajian pembangunan berkelanjutan.
Ia berharap keterlibatan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Gorontalo dapat semakin diperkuat, sehingga hasil penelitian perguruan tinggi dapat diterapkan dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ke depannya kami berharap kolaborasi ini mungkin lebih aplikatif, menjadi implementasi dari hasil penelitian kami di perguruan tinggi. Kami berharap bisa sampai implementasi yang bermanfaat untuk masyarakat,” tambah Ayu. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....