Thomas Mopili: HARFEST 2026 Perkuat Akses Pasar UMKM Gorontalo

  • 13 Sep 2026 15:24 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - HARFEST 2026 kembali menjadi ruang bagi pelaku UMKM Gorontalo untuk memperluas pasar dan mendapatkan akses pembiayaan. Tahun ini, jumlah UMKM yang terlibat meningkat menjadi 165 pelaku usaha, dari 135 UMKM pada 2025.

Penguatan akses pasar tersebut menjadi salah satu fokus HARFEST 2026 melalui agenda business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer, lembaga keuangan, serta dunia usaha.

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, mengatakan HARFEST tidak sekadar menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang kemitraan dan memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

“Kami tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan HARFEST 2026. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas pasar, membangun kemitraan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Idrus.

Menurut Idrus, penguatan UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perbankan dan pemangku kepentingan lainnya. Akses pembiayaan, inovasi, dan pasar dinilai menjadi faktor penting agar UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai perkembangan HARFEST dari tahun ke tahun menunjukkan semakin besarnya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di daerah.

Menurutnya, business matching memberikan peluang bagi produk lokal untuk bertemu langsung dengan pasar. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah peternakan sapi, yang tidak hanya berpotensi memenuhi kebutuhan Gorontalo, tetapi juga pasar Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Gusnar juga melihat adanya tren peningkatan transaksi antara pelaku UMKM dan buyer dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa business matching mulai memberikan dampak dalam mempertemukan produk lokal dengan pasar.

Ia berharap sektor swasta ke depan dapat mengambil peran lebih besar sebagai penggerak kegiatan usaha. Sementara pemerintah diarahkan memberikan dukungan dari belakang agar hubungan antara pelaku usaha dan pasar berkembang berdasarkan kebutuhan supply dan demand.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia menyoroti sejumlah produk unggulan Gorontalo yang mulai diarahkan ke pasar lebih luas. Salah satunya kopi Liberika dari Gorontalo Utara yang mulai diinisiasi untuk menembus pasar Jepang.

Rangkaian HARFEST 2026 juga ditandai dengan simbolis akad ekspor kopi Liberika dari Gorontalo Utara ke Jepang. Meski masih dalam tahap inisiasi, langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan pasar ekspor komoditas unggulan daerah.

Selain kopi, inovasi juga dilakukan pada produk wastra Gorontalo. Tidak hanya Karawo, kini dikembangkan kain tenun Gorontalo yang dipadukan dengan Karawo serta teknik leaf up atau painting daun pada kain.

Inovasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan UMKM, terutama menghadapi perubahan selera dan kebutuhan pasar.

Upaya regenerasi juga dilakukan melalui Mo Karawo Kolosal yang diikuti lebih dari 300 siswa SMP dan SMK. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan keterampilan Karawo kepada generasi muda, termasuk Generasi Z dan Generasi Alfa.

HARFEST 2026 mengusung tema “Harmoni Kreativitas: Menyulam Warisan dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Gorontalo” dan berlangsung selama tiga hari.

Selain business matching dengan buyer, kegiatan juga dirangkaikan dengan business matching pembiayaan bersama perbankan dan Pegadaian, pameran, serta festival kopi dan kuliner.

Idrus berharap rangkaian HARFEST dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dengan semakin terbukanya akses pasar bagi produk lokal.

“Kita berharap momentum ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo. Produk lokal harus terus kita dorong agar semakin dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, perbankan dan seluruh stakeholder harus terus membangun kolaborasi agar UMKM kita semakin kuat dan berdaya saing,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....