Pemkot Gorontalo Perkuat Sistem Hadapi Penyakit Menular

  • 19 Sep 2026 11:42 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Kota Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo memperkuat sistem kesehatan daerah melalui Forum Penguatan Program RSSH (Resilient and Sustainable Systems for Health) 2026 yang digelar di Hotel Amaris Gorontalo, Jumat 18 September 2026.

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyakit menular, khususnya HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan malaria.

Berdasarkan data tahun 2026 yang disampaikan dalam forum, Kota Gorontalo tercatat menyumbang 37 kasus baru HIV, menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus baru tertinggi di Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, kasus malaria di Kota Gorontalo tercatat sebanyak 101 kasus. Meski relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena Provinsi Gorontalo tengah menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria dengan jumlah kasus yang mencapai sekitar 5.000 kasus di sejumlah kabupaten.

Untuk TBC, deteksi suspek di Kota Gorontalo tercatat sebanyak 747 kasus, menurun dibandingkan angka 878 penderita aktif pada tahun sebelumnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Nuryanto, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem kesehatan untuk menghadapi ancaman penyakit menular.

"Kita menyadari bahwa HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria atau ATM, masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian sangat besar," ujar Nuryanto saat membuka Forum RSSH 2026.

Menurutnya, target eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan malaria pada 2030 merupakan komitmen yang harus dicapai secara bersama-sama.

"Oleh sebab itu, target eliminasi penyakit menular HIV/AIDS, TBC dan Malaria di tahun 2030 adalah komitmen yang harus kita capai bersama," lanjutnya.

Nuryanto menilai, kondisi Kota Gorontalo sebagai wilayah perkotaan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi membutuhkan sistem mitigasi yang kuat untuk mencegah penyebaran penyakit.

Melalui penguatan RSSH 2026, pemerintah daerah berharap dapat menghasilkan solusi yang lebih terukur, pembagian peran yang jelas, serta tindak lanjut dalam pengendalian penyakit menular.

"Olehnya, melalui penguatan RSSH 2026 ini, Pemerintah daerah berharap lahir solusi-solusi cerdas yang lebih kuat, pembagian peran yang jelas, serta tindak lanjut yang lebih terukur lagi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....