Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo Hidupkan Kembali Tradisi Tonggobi

  • 13 Sep 2026 15:26 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo mengangkat kembali warisan musik tradisional tonggobi melalui ajang Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026, Sabtu 12 September 2026.

Mengikuti GKK 2026 sebagai peserta nomor 30, Sekretariat DPRD mengusung konsep “Tonggobi To Bandayo Molanggato” dengan tema “Ritme Hulondalo Harmoni Warisan Gorontalo”.

Konsep tersebut dipilih untuk memperkenalkan kembali tonggobi, alat musik tradisional Gorontalo yang sebelum lebih dikenal dengan nama polo palo. Dalam tradisi masyarakat masa lalu, alat musik tersebut juga dikenal dengan sebutan tonggo-tonggo hemopobibi.

Tonggobi tidak hanya berfungsi sebagai alat hiburan. Pada masa lalu, permainan tonggobi menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang dipertandingkan antarsesama warga.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat membangun menara atau pondok tinggi dari bambu di tengah lapangan sebagai tempat peserta memainkan tonggobi. Sementara itu, juri melakukan penilaian dari atas gunung atau bukit di sekitar lokasi.

Tradisi tersebut mencerminkan kreativitas dan semangat kompetisi masyarakat, sekaligus memperlihatkan nilai kebersamaan, sportivitas, gotong royong, serta silaturahmi.

Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Riffli Katili, mengatakan keikutsertaan dalam GKK 2026 menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

“Melalui tema Tonggobi To Bandayo Molanggato dengan semangat Ritme Hulondalo Harmoni Warisan Gorontalo, kami ingin memperkenalkan kembali warisan budaya Gorontalo kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Riffli Katili.

Menurut Riffli, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk melalui kreativitas dan partisipasi dalam ruang publik seperti karnaval budaya.

Melalui konsep yang ditampilkan, Sekretariat DPRD ingin menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap tonggobi yang mulai jarang dikenal. Irama tonggobi dimaknai sebagai bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Gorontalo yang pernah menjadi ruang hiburan sekaligus mempererat kebersamaan.

Pelaksanaan GKK 2026 berlangsung dengan rute dari depan GPCC Gorontalo sebagai titik awal dan berakhir di depan Cafe Restorasi Gorontalo.

Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi penampilan dalam karnaval, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Dalam konsep tersebut, Riffli Katili tercatat sebagai pembina, sementara desain konsep Tonggobi To Bandayo Molanggato dibuat oleh Mohamad Muflih Hasan.

Melalui pengenalan kembali tonggobi, Sekretariat DPRD men

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....