BPJamsostek Perkuat Kemandirian Ekonomi Penerima Manfaat lewat Program PEKA

  • 19 Agt 2026 10:21 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - BPJS Ketenagakerjaan mendorong penerima manfaat perlindungan jaminan sosial untuk mengubah manfaat yang diterima menjadi modal produktif dan membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program tersebut diluncurkan secara nasional melalui Soft Launching PEKA yang dipusatkan di Bandung, Selasa 18 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan serentak di 45 titik di seluruh Indonesia dan diikuti sebanyak 1.426 penerima manfaat.

PEKA menyasar pekerja maupun ahli waris yang menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, khususnya keluarga yang kehilangan pencari nafkah akibat kecelakaan kerja maupun meninggal dunia karena sakit. Program ini diarahkan agar manfaat perlindungan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, pendampingan diperlukan agar manfaat yang diterima peserta maupun ahli waris dapat menjadi pijakan untuk membangun sumber penghasilan baru dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri," kata Saiful.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai memperluas manfaat perlindungan pekerja. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga mengawal pemanfaatannya agar mampu memberikan dampak berkelanjutan.

"BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci," ucap Yassierli.

Yassierli menilai PEKA berpotensi mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru. Pengembangan usaha tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya.

"Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru," tambahnya.

Sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian PEKA dengan bentuk pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi daerah. Pelatihan mencakup kewirausahaan, digital marketing, content creator, kuliner, kerajinan, florist, barista, laundry, tata rias, menjahit hingga reseller.

Di Gorontalo, Pejabat Pengganti Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Nazarullah, mengatakan PEKA menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan manfaat perlindungan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga penerima manfaat.

"Melalui PEKA, kami ingin memastikan bahwa penerima manfaat tidak hanya menerima manfaat secara finansial, tetapi juga mendapatkan pembekalan dan pendampingan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Harapannya, manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif sehingga mampu menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan kemandirian ekonomi keluarga," kata Nazarullah.

BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo juga memberikan seminar literasi keuangan dan kewirausahaan. Kegiatan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengelolaan manfaat, perencanaan keuangan, penggunaan modal serta dasar pengembangan usaha agar manfaat yang diterima tidak habis untuk kebutuhan konsumtif.

Nazarullah menegaskan, PEKA tidak berhenti pada pelatihan dan seminar. BPJS Ketenagakerjaan akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, lembaga pelatihan dan berbagai pihak agar penerima manfaat memiliki ekosistem yang mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

"Harapan kami, penerima manfaat dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap beralih dari menerima manfaat menjadi produktif, berdaya, dan akhirnya mandiri," tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....