Mahasiswa KKN UNG Petakan Potensi Aren Desa Lombongo

  • 10 Sep 2026 08:25 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Bone Bolango - Mahasiswa KKN Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, memetakan potensi tanaman aren sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.

Pemetaan dilakukan melalui survei dan pendataan tanaman aren yang tersebar mulai dari Dusun I hingga Dusun IV Desa Lombongo. Rabu, 9 September 2026.

Mahasiswa mengidentifikasi berbagai bagian tanaman aren yang dapat dimanfaatkan, mulai dari akar, batang, daun, bunga, buah, biji hingga nira. Persebaran tanaman juga dipetakan untuk menjadi basis data bagi pemerintah desa dan masyarakat.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengembangkan potensi aren secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Tanaman aren memiliki beragam manfaat ekonomi. Nira dapat diolah menjadi gula aren dan gula semut, buah menjadi kolang-kaling, sementara ijuk dapat dimanfaatkan untuk sapu, tali, atap dan berbagai produk kerajinan.

Selain memiliki nilai ekonomi, tanaman aren juga berperan secara ekologis dalam membantu menjaga kondisi tanah dan mengurangi risiko erosi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi LAMBOREN, berupa keripik pisang yang dipadukan dengan gula aren.

Produk tersebut memanfaatkan bahan baku lokal dengan konsep pengolahan dan kemasan sederhana sehingga diharapkan dapat diadopsi serta dikembangkan oleh masyarakat sebagai produk khas Desa Lombongo.

Dosen Pembimbing Lapangan, Fuad Pontoiyo, mengatakan potensi aren di Desa Lombongo masih dapat dikembangkan secara optimal. Pengolahan hasil aren dinilai dapat meningkatkan nilai jual sekaligus membuka peluang usaha dan memperluas pasar.

Sementara itu, Kepala Desa Lombongo, Nilawaty Abdullah, menyampaikan apresiasi atas identifikasi dan pemetaan yang dilakukan mahasiswa KKN.

Ia berharap data tersebut dapat menjadi dasar untuk kembali mengembangkan pemanfaatan tanaman aren oleh masyarakat dan petani. Sebelumnya, tanaman aren di Lombongo telah dimanfaatkan untuk menghasilkan gula merah dan kolang-kaling.

Pemaparan program kemudian dilanjutkan dengan peresmian peta persebaran tanaman aren Desa Lombongo yang dilakukan secara simbolis oleh Camat Suwawa Tengah, Noldin Biga.

Noldin menekankan pentingnya keberlanjutan program KKN agar inovasi dan data yang telah dihasilkan tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Melalui pemetaan potensi, pengolahan bahan lokal dan inovasi produk LAMBOREN, program KKN Tematik II UNG diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi tanaman aren di Desa Lombongo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....