Pemkot Gorontalo Perketat Penyaluran Bantuan Pangan
- 10 Sep 2026 09:23 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo — Pemerintah Kota Gorontalo memperketat pengawasan penyaluran bantuan pangan alokasi Juli hingga September 2026, sebagai langkah menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap inflasi daerah.
Monitoring dipimpin Plt. Asisten Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Gorontalo, Abdulhafidz Daud, dengan menyisir proses penyaluran bantuan hingga tingkat kelurahan.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan beras diterima masyarakat yang memenuhi kriteria, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bagi Masyarakat Penerima Bantuan Pangan atau PBP.
Abdulhafidz mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Gorontalo, warga yang terbukti sebagai pemabuk dan penjudi ditangguhkan dari penerimaan bantuan pangan.
“Sesuai arahan Wali Kota Gorontalo, masyarakat yang terbukti menjadi pemabuk dan penjudi ditangguhkan atau belum dapat menerima bantuan pangan ini,” tegas Hafidz.
Penerima yang tidak memenuhi kriteria tersebut nantinya akan digantikan oleh masyarakat lain dengan tingkat ekonomi yang sama, yakni dalam kelompok desil 1 hingga desil 4, yang telah masuk dalam daftar cadangan.
Bulog juga dilibatkan dalam proses verifikasi tersebut. Data penerima akan diserahkan kepada pihak kelurahan untuk diverifikasi dan divalidasi kembali di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang terindikasi melanggar kriteria dapat difilter sebelum bantuan disalurkan.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran beras bantuan pangan di gudang Bulog telah mencapai 43 persen. Penyaluran ditargetkan mencapai 100 persen pada Rabu, 9 September 2026.
Pengawasan juga dilakukan langsung pada titik distribusi. Salah satunya di Kelurahan Wongkadiri Barat yang telah ditinjau oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi.
Pemkot Gorontalo berharap pengawasan tersebut dapat memastikan bantuan pangan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi kriteria, sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan daerah di tengah musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....