Angkat Kearifan Lokal, Tim UNG Kembangkan Biskuit Kesehatan Berbahan Ikan Hulu’u
- 11 Agt 2026 15:17 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kearifan lokal Provinsi Gorontalo terus didorong untuk menjadi sumber inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan kesehatan. Salah satunya melalui pengembangan biskuit kesehatan berbahan dasar ikan Hulu’u yang diangkat dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program tersebut diusulkan oleh Ketua Program Kemitraan Pemberdayaan Masyarakat, Mohamad Aprianto Paneo, M.Farm., Apt., dan berhasil memperoleh hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.
Mohamad Aprianto Paneo mengatakan, program tersebut berawal dari kesempatan pendanaan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat yang dibuka DPPM Kemendiktisaintek tahun 2026. Ia bersyukur proposal yang diajukan tersebut dinyatakan diterima sehingga timnya mendapatkan kesempatan menjadi salah satu penerima hibah dari Kemendiktisaintek.
“DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi 2026 ini membuka dana hibah terkait dengan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan saya menjadi salah satu pengusul dengan membawa tema yaitu inovasi biskuit kesehatan dari ikan Hulu’u dan mengangkat kearifan lokal Provinsi Gorontalo, Danau Limboto,” ujar Aprianto.
Menurutnya, pemilihan mitra menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program. Tim memilih salah satu UMKM di Kota Gorontalo yang dinilai telah memiliki usaha cukup baik, namun masih membutuhkan penguatan dalam pengembangan produk yang memiliki nilai kesehatan.
“Untuk produk UMKM yang berbau kesehatan itu masih kurang, sehingga itu menjadi kesempatan saya untuk memasukkan satu produk yang bertema kesehatan dengan mengangkat kearifan lokal ikan Hulu’u,” jelasnya
Ikan Hulu’u kemudian diformulasikan dengan menerapkan ilmu kefarmasian menjadi produk biskuit yang memiliki nilai protein tinggi. Pengembangan produk tersebut tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga menyasar penguatan manajemen usaha dan pemasaran. Program ini melibatkan kolaborasi lintas keilmuan. Selain dosen dari bidang kefarmasian, tim juga melibatkan dosen dari Jurusan Sistem Informasi untuk mendukung penguatan manajemen dan pemasaran UMKM melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Kami melihat juga selain dari segi produksi, manajemen usaha dan pemasaran pun itu menjadi salah satu aspek yang perlu ditingkatkan. Dari sistem informasi juga membuat aplikasi yang dapat meningkatkan aspek manajemen usaha dan aspek pemasarannya,” kata Aprianto
Pelaksanaan program tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi mitra, sejalan dengan tema “Diktisaintek Berdampak.” Aprianto mengungkapkan, berdasarkan evaluasi dan komunikasi dengan pelaku UMKM, kehadiran program tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap perkembangan usaha. Kolaborasi antara akademisi dan pelaku UMKM dinilai mampu melahirkan produk bernilai tinggi dengan menggabungkan potensi bahan lokal dan penerapan ilmu kesehatan.
“Dengan adanya kolaborasi dengan universitas dari akademisi itu bisa melahirkan suatu produk yang bernilai tinggi dengan mengangkat kearifan lokal dan kolaborasi dalam dunia kesehatan itu dalam bentuk biskuit,” tuturnya

Salah satu dampak yang dirasakan mitra adalah peningkatan kapasitas produksi. Sebelum mendapatkan pendampingan, produksi masih dilakukan dalam skala kecil karena keterbatasan peralatan. Melalui dukungan program hibah Kemendiktisaintek, tim memberikan sejumlah teknologi dan peralatan yang memungkinkan UMKM meningkatkan kapasitas produksinya.
“Dengan adanya kami masuk dengan bantuan dari Kemendiktisaintek, kami menghibahkan beberapa teknologi yang bisa meningkatkan kapasitas produksi yang lebih besar,” ungkapnya.
Selain produksi, program tersebut turut memberikan penguatan terhadap manajemen usaha dan pemasaran. Penerapan pengetahuan dari kalangan akademisi diharapkan membuat pengelolaan usaha menjadi lebih terarah dan terkontrol.
“Usaha yang kebanyakan manajemennya masih kurang, dengan adanya penerapan ilmu dari akademisi itu akhirnya manajemen usahanya terkontrol, pemasarannya lebih meningkat dan terjadi kenaikan yang signifikan terhadap usaha tersebut,” tambah Aprianto
Ia berharap pendampingan yang telah diberikan tidak berhenti setelah program hibah selesai. Menurutnya, keberlanjutan produksi dan regenerasi produk menjadi hal penting agar inovasi biskuit berbahan ikan Hulu’u dapat terus dikembangkan.
“Harapan saya adalah semoga UMKM yang kami berikan hibah ini bisa tetap berjalan dan produknya ini tetap harus diregenerasi, karena memang produk ini sebenarnya bernilai tinggi,” harapnya.
Di akhir, Aprianto menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026 melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program tersebut melibatkan mahasiswa dari Jurusan Farmasi dan Jurusan Sistem Informasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Adapun tim pelaksana terdiri dari Mohamad Aprianto Paneo, M.Farm., Apt. selaku ketua, serta Nurain Thomas, M.Si., Apt. dan Nikmasari Pakaya, S.Kom., MT. sebagai anggota.
“Ucapan terima kasih kepada DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2026 dalam Skema Pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dan tidak lupa terima kasih juga kepada LPPM Universitas Negeri Gorontalo,” pungkasnya. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....