Mahasiswa KKN PK UNG Bentuk Kelompok Peduli Ibu Hamil di Luwoo

  • 07 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Mahasiswa KKN PK UNG membentuk Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi di Desa Luwoo.
  • Kelas Ibu Hamil memberikan edukasi tentang deteksi dini risiko kehamilan, ANC, dan kesiapsiagaan keluarga.
  • Program SIGAP BUNDA memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

RRI.co.id, GORONTALO — Program pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya, memasuki tahap penting. Melalui Tahap 3 Program “SIGAP BUNDA” yang dilaksanakan Kamis (6/8/2026), perhatian tidak hanya diarahkan pada edukasi kesehatan ibu hamil, tetapi juga pada upaya membangun sistem pendampingan yang dapat terus berjalan di tengah masyarakat.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi di Aula Kantor Desa Luwoo. Kegiatan diawali dengan sosialisasi program dan diskusi mengenai mekanisme kerja serta pelaporan. Pemerintah desa bersama mahasiswa kemudian membacakan dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengurus, sebelum ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga dan mendampingi keselamatan ibu hamil di lingkungan desa secara berkelanjutan. Koordinator Desa KKN PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, mengatakan legalisasi kelompok tersebut diharapkan menjadi sistem pendukung yang tetap berjalan setelah masa KKN berakhir.

“Melalui legalisasi SK Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi dan penguatan kapasitas keluarga lewat Kelas Ibu Hamil, kami ingin memastikan bahwa pengawasan kesehatan ibu hamil tidak berhenti saat masa KKN berakhir, tetapi terus berjalan secara mandiri oleh warga dan perangkat desa,” pungkas Taufik.

Di lokasi berbeda, Posyandu Desa Luwoo menjadi tempat pelaksanaan Kelas Ibu Hamil. Mahasiswa KKN PK UNG bersama Bidan Desa dan Kader Posyandu memberikan edukasi mengenai deteksi dini kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara rutin, serta peran keluarga. Diskusi kelompok kecil juga dilakukan untuk membahas kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, penentuan pengambil keputusan, dan perencanaan pendonor darah siaga.

Rangkaian Tahap 3 SIGAP BUNDA juga mencakup dukungan terhadap Posyandu Balita dan Lansia di Aula Kantor Desa. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan kesehatan dasar lansia, dan konseling gizi seimbang.

Seluruh pelaksanaan kegiatan tersebut didampingi dan diarahkan oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PK UNG, yakni Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes.; dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed; Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep.; serta Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K.

Melalui Tahap 3 SIGAP BUNDA, kolaborasi mahasiswa, DPL, pemerintah desa, bidan, kader, keluarga, dan masyarakat diarahkan tidak sekadar menghasilkan kegiatan selama masa pengabdian. Pembentukan kelompok peduli dan penguatan pengetahuan keluarga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap keselamatan ibu hamil secara berkelanjutan di Desa Luwoo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....