UNG dan UNISAN Perkuat Pencegahan Stunting Berbasis Pangan Lokal

  • 16 Agt 2026 17:28 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Universitas Ichsan Gorontalo (UNISAN) menggelar penyuluhan gizi dan demo memasak Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) bagi kelompok Posyandu di Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Wilayah (PW) dengan tema Sinergi Pengelolaan Bank Sampah Produktif dan Kebun Pekarangan untuk Ketahanan Gizi serta Pencegahan Stunting.

Program ini mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan penguatan ketahanan pangan keluarga. Kebun pekarangan dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi sekaligus menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan balita.

Ketua Tim Pengabdi UNG, Dr. Selvi, S.E., M.Si., memimpin pelaksanaan kegiatan bersama tim dosen lintas kepakaran, yakni Irwan Yantu, S.Pd., M.Si., Dr. Rahmiyati Kasim, S.TP., M.Si., dan Ika Okhtora Angelia, S.P., M.Sc. Sejumlah mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG juga terlibat dalam pendampingan kader Posyandu dan masyarakat.

Penyuluhan diberikan kepada kader Posyandu dan orang tua balita yang masuk dalam kelompok Keluarga Risiko Stunting (KRS). Materi difokuskan pada peningkatan pemahaman keluarga mengenai gizi seimbang, pedoman Isi Piringku, kebutuhan serat, serta pemenuhan zat gizi makro dan mikro.

"Intervensi pencegahan stunting tidak selalu harus berbiaya mahal. Melalui pemanfaatan kebun pekarangan yang disinergikan dengan edukasi pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal, keluarga dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan nutrisi esensial bagi ibu hamil dan balita," ucap Dr. Selvi

Pada sesi praktik, tim pengabdi bersama mahasiswa mendemonstrasikan pengolahan menu MP-ASI yang padat gizi, higienis, praktis, dan terjangkau. Bahan yang digunakan berasal dari hasil kebun gizi pekarangan warga, antara lain bayam, kelor, kangkung, serta berbagai sumber pangan lokal lainnya.

Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dinilai dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk olahan. Pendekatan tersebut juga mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam menyediakan makanan bergizi bagi balita.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi UNG dan UNISAN dalam mendorong model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan ketahanan pangan, kesehatan keluarga, dan kepedulian lingkungan. Penguatan kapasitas kader Posyandu diharapkan dapat membuat edukasi gizi berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Tim Pelaksana Program Pengabdian Wilayah (PW) UNG dan UNISAN serta Pemerintah Desa dan Kelompok Posyandu Desa Buntulia Utara menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM/DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas pendanaan dan dukungan terhadap pelaksanaan Program Pengabdian Wilayah Tahun Anggaran 2026. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....