Kebiasaan Ini Diam-Diam Naikkan Kolesterol

  • 14 Sep 2026 10:42 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Duduk terlalu lama dapat menurunkan HDL dan memengaruhi kadar trigliserida.
  • Kurang tidur serta melewatkan sarapan dapat berkaitan dengan kenaikan LDL.
  • Aktivitas rutin, tidur cukup, dan sarapan tinggi serat membantu menjaga kolesterol.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kolesterol bisa meningkat tanpa terasa melalui kebiasaan yang sering dianggap sepele. Duduk lama, kurang tidur, dan melewatkan sarapan menjadi rutinitas yang perlu diperhatikan.

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel, hormon, vitamin D, dan asam empedu. Masalah muncul ketika kadar LDL atau kolesterol jahat terlalu tinggi.

LDL berlebih dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Dilansir dari EatingWell, kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi kolesterol seseorang.

Kadar kolesterol total di bawah 200 mg/dL umumnya dianggap baik. Sementara itu, kadar LDL optimal biasanya berada di bawah 100 mg/dL.

Ahli gizi Liz Shaw mengatakan kolesterol dari makanan bukan satu-satunya hal yang menentukan kolesterol darah. Pola makan keseluruhan, terutama lemak jenuh dan serat, justru perlu diperhatikan.

"Pada kebanyakan orang, kolesterol makanan kurang memengaruhi kolesterol darah dibanding pola makan secara keseluruhan," kata Shaw.

Terlalu Lama Duduk

Duduk berjam-jam tanpa banyak bergerak dapat memengaruhi profil kolesterol. Kondisi ini tetap perlu diperhatikan meski seseorang rutin berolahraga.

Leslie Bonci mengatakan kurang bergerak dapat membuat kadar HDL atau kolesterol baik menurun. Aktivitas rendah juga memengaruhi enzim lipoprotein lipase yang membantu mengolah lemak.

Ketika kerja enzim tersebut menurun, trigliserida dapat lebih mudah menumpuk dalam darah. Karena itu, olahraga pagi belum tentu cukup jika sepanjang hari tetap duduk.

Cobalah berdiri atau berjalan beberapa menit setiap jam. Mengambil air minum, menggunakan meja berdiri, atau melakukan pekerjaan rumah juga bisa membantu.

Kurang Tidur

Sering begadang bukan hanya membuat tubuh terasa lelah keesokan harinya. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kadar kolesterol.

Shaw mengatakan tidur kurang dari enam jam dapat meningkatkan partikel LDL berukuran kecil. Kualitas tidur buruk juga berkaitan dengan kenaikan LDL dan trigliserida.

Usahakan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Jadwal tidur yang konsisten dapat membantu tubuh mendapatkan istirahat lebih berkualitas.

Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur juga bisa membantu. Layar gawai dapat membuat waktu tidur semakin mundur dan mengurangi durasi istirahat.

Sering Melewatkan Sarapan

Melewatkan sarapan mungkin terasa praktis ketika pagi sedang sibuk. Namun, kebiasaan ini dapat berkaitan dengan kadar LDL yang lebih tinggi.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis menemukan perbedaan kadar LDL antara pemakan sarapan dan kelompok yang melewatkannya. Kelompok yang tidak sarapan memiliki LDL sekitar 9 mg/dL lebih tinggi.

Shaw menyebut dampaknya lebih terlihat pada orang dengan obesitas dan gaya hidup kurang aktif. Sarapan juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan serat sejak pagi.

Bonci menyarankan makanan yang mengandung serat larut, termasuk oat dengan beta-glukan. Serat jenis ini dapat membantu menurunkan kadar LDL.

Kebiasaan yang Dapat Membantu Menurunkan Kolesterol

Mulailah dengan aktivitas fisik yang benar-benar Anda sukai. Berjalan kaki, jogging, atau menari dapat membantu menjaga konsistensi bergerak.

Menurut Shaw, aktivitas rutin dapat membantu meningkatkan HDL serta menurunkan LDL dan trigliserida. Kuncinya bukan olahraga berat, tetapi kebiasaan bergerak yang terus dilakukan.

Sarapan tinggi serat juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kolesterol. Bonci menyarankan oat dengan buah beri dan almond.

Pilihan lain mencakup roti gandum dengan ricotta dan alpukat. Telur, sayuran, serta barley juga dapat dikombinasikan sebagai menu sarapan.

Kebiasaan menjauhkan gawai menjelang tidur juga membantu memperbaiki durasi dan kualitas istirahat. Hindari pula membuka pesan atau media sosial yang membuat pikiran tetap aktif.

Shaw turut mengingatkan pentingnya bersosialisasi secara langsung dengan orang terdekat. Interaksi sosial yang menyenangkan dapat mendukung suasana hati sekaligus kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....