Studi Ungkap Waktu Duduk Ideal Pekerja Kantoran
- 18 Jun 2026 19:34 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Studi menemukan waktu duduk ideal sekitar empat jam sehari.
- Duduk enam jam lebih berkaitan dengan risiko kesehatan lebih tinggi.
- Aktivitas fisik membantu mengurangi dampak duduk terlalu lama.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Studi baru mengungkap waktu duduk ideal pekerja kantoran sekitar empat jam sehari. Temuan ini menjadi alarm bagi pekerja yang terlalu lama terpaku di kursi.
Studi itu terbit di Journal of Sport and Health Science pada 16 Mei 2026. Penelitian ini memakai data PURE-China dan melibatkan 41.733 orang dewasa Tiongkok.
Peneliti menemukan risiko terendah pada orang yang duduk sekitar empat jam sehari. Duduk kurang dari dua jam atau enam jam lebih berkaitan dengan risiko kesehatan lebih tinggi.
Risiko itu mencakup penyakit kardiovaskular dan kematian dari berbagai penyebab. Namun, dampak duduk tidak sama pada setiap kelompok pekerja.
Peneliti menyebut kondisi itu sebagai potensi “sitting paradox”. Duduk sedang dapat membantu pemulihan bagi orang dengan aktivitas fisik tinggi.
"Meskipun duduk berlebihan tetap berbahaya, temuan kami menunjukkan bahwa hubungan antara duduk dan kesehatan bergantung pada konteksnya." Pernyataan itu menekankan pentingnya melihat pola aktivitas harian.
"Pada individu yang sangat aktif, duduk dalam jumlah sedang mungkin tidak merugikan dan bahkan bisa bermanfaat." Kelompok ini bisa mendapat waktu pemulihan otot dari duduk secukupnya.
Temuan berbeda muncul pada orang yang duduk empat jam atau lebih setiap hari. Mengganti 30 menit duduk dengan aktivitas fisik menurunkan risiko kesehatan.
Pada kelompok yang duduk kurang dari empat jam, hasilnya lebih kompleks. Mengganti 30 menit aktivitas fisik atau tidur dengan duduk berkaitan dengan penurunan risiko kematian.
Peneliti menegaskan studi ini tidak mendukung kebiasaan duduk terlalu lama. Mereka meminta rekomendasi kesehatan mempertimbangkan pekerjaan, aktivitas dasar, dan pola 24 jam.
Riset lain dari University of California juga memberi peringatan. Duduk delapan jam atau lebih dapat meningkatkan rasio kolesterol dan indeks massa tubuh.
Mayo Clinic Press menulis duduk lama dapat menekan kesehatan jantung. Duduk lebih dari delapan jam berkaitan dengan risiko kematian lebih tinggi.
"Studi menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 6-8 jam sehari dikaitkan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 125-150 persen," kata Callie Davies. Ia merupakan dokter spesialis kedokteran olahraga di Mayo Clinic.
Bagi pekerja kantoran, pesan utama studi ini ialah menjaga keseimbangan. Duduk secukupnya boleh, tetapi tubuh tetap membutuhkan gerak rutin.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....