Insomnia - Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pengobatan

  • 23 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat penderitanya sulit tidur atau sering terbangun saat tidur dan sulit untuk tertidur kembali. Insomnia yang parah bisa menurunkan kualitas hidup sehingga berdampak buruk pada kesehatan dan keselamatan penderitanya.

Kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 7–8 jam setiap malamnya. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak, yakni sekitar 9–13 jam setiap malamnya.

Insomnia bisa membuat penderitanya sulit untuk memulai atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Gangguan tidur ini dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu, yang biasanya disebabkan oleh stres. Insomnia juga bisa berlangsung selama 3 bulan atau lebih, yang terjadi karena kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Penyebab Insomnia

Insomnia bisa saja merupakan keluhan yang biasa terjadi dan tidak disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu. Di samping itu, insomnia juga dapat timbul akibat gangguan kesehatan, pola hidup tidak sehat, atau kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur.

Beberapa kondisi atau gangguan kesehatan yang menyebabkan insomnia adalah:

  • Stres, misalnya akibat kematian orang terdekat, perceraian, atau kehilangan pekerjaan
  • Perubahan jadwal tidur, yang terjadi karena je lag atau pergantian jam kerja
  • Kebiasaan buruk yang dilakukan sebelum tidur, seperti makan banyak atau dekat dengan waktu tidur; bekerja atau menonton televisi di kamar tidur; serta bermain ponsel terlalu lama
  • Kondisi lingkungan yang kurang nyaman untuk tidur, seperti suara bising, lampu yang terlalu terang, serta suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas
  • Gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, post-traumatic stress disorder (PTSD), atau depresi
  • Nyeri yang berkelanjutan (nyeri kronis), misalnya akibat radang sendi atau nyeri punggung
  • Gangguan tidur, misalnya sleep apnea atau restless legs syndrome
  • Masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, pembesaran prostat, asma, penyakit jantung, penyakit asam lambung (GERD), atau tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Pola hidup yang tidak sehat, seperti kecanduan alkohol atau perokok berat
  • Efek samping obat, misalnya penghambat alfa, antidepresan, obat asma, dekongestan, atau kortikosteroid

Faktor risiko insomnia

Insomnia dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terjadinya insomnia lebih tinggi pada orang dengan beberapa faktor berikut:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Berjenis kelamin wanita, karena mengalami perubahan hormon selama menstruasi, menopause, atau pada masa kehamilan
  • Mengalami stres yang berat atau berlangsung dalam jangka panjang
  • Menderita gangguan kesehatan tertentu, baik fisik maupun mental, terlebih yang sudah berlangsung lama
  • Memiliki jadwal kegiatan yang berganti-ganti, misalnya pergantian jadwal dalam bekerja atau sering bepergian
  • Mudah terganggu oleh suara, cahaya, atau gerakan kecil ketika tidur
  • Mengalami rasa takut atau cemas saat tidur, misalnya akibat sering mimpi buruk

Gejala Insomnia

Gejala insomnia bisa berlangsung kurang atau lebih dari 3 bulan. Umumnya, penderita insomnia dapat mengalami keluhan atau gejala berikut:

  • Sulit memulai tidur pada malam hari
  • Sering terbangun pada malam hari dan sulit untuk tidur kembali
  • Bangun terlalu awal pada pagi hari
  • Merasa lelah atau mengantuk pada siang hari
  • Mudah marah, merasa sedih, atau cemas
  • Kesulitan berkonsentrasi, kurang fokus, atau sulit mengingat
  • Kurang bertenaga setelah bangun tidur
  • Sulit tidur pada siang hari walaupun tubuh terasa lelah
  • Reaksi yang lambat saat mengemudi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan

Diagnosis Insomnia

Diagnosis insomnia oleh dokter dimulai dengan tanya jawab mengenai kondisi pasien, misalnya:

  • Gejala yang muncul dan berapa lama keluhan berlangsung
  • Dampak negatif dari gejala yang timbul terhadap kegiatan sehari-hari
  • Penyakit yang pernah atau sedang diderita
  • Pola hidup, misalnya kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Peristiwa atau kejadian baru-baru ini yang menyebabkan stres

Pengobatan Insomnia

Insomnia dapat ditangani dengan perawatan mandiri atau tindakan medis dari dokter. Berikut adalah penjelasannya:

Perawatan mandiri

Perawatan mandiri untuk insomnia dapat dilakukan dengan mengubah rutinitas pada siang hari dan menerapkan sleep hygiene. Caranya adalah dengan:

  • Menerapkan jadwal tidur dan bangun tidur pada jam yang sama setiap harinya agar tubuh terbiasa dengan waktu tidur yang teratur
  • Tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang berat dekat dengan waktu tidur
  • Membatasi waktu tidur siang tidak lebih dari 30 menit dan tidak tidur setelah pukul 3 sore
  • Menghindari atau membatasi konsumsi minuman berkafein atau beralkohol pada sore atau malam hari
  • Tidak makan berat atau minum banyak air menjelang waktu tidur
  • Mengatur kamar tidur dengan pencahayaan redup dan suhu yang nyaman
  • Membuat jadwal rutin menjelang tidur agar tubuh tetap rileks, seperti mandi air hangat, serta mendengarkan musik slow

Komplikasi Insomnia

Kurang tidur atau tidur kurang nyenyak dan terjadi dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Penurunan kinerja di kantor
  • Sulit meraih prestasi di sekolah
  • Penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan sakit
  • Gangguan metabolisme, misalnya obesitas, sindrom metabolik, atau diabetes, karena terjadi perubahan hormon pengatur rasa lapar
  • Peningkatan risiko terjadinya penyakit atau perburukan gangguan kesehatan, seperti hipertensi, stroke, atau penyakit jantung
  • Gangguan mental, misalnya depresi atau gangguan kecemasan
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Penurunan dalam gairah seksual, konsentrasi, maupun kemampuan mengingat

Pencegahan Insomnia

Insomnia dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut:

  • Terapkan kebiasaan tidur dan bangun tidur pada waktu yang sama.
  • Batasi waktu tidur siang tidak lebih dari 30 menit dalam sehari.
  • Jangan mengonsumsi minuman berkafein mendekati waktu tidur.
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Hindari mengonsumsi makanan berat atau minum banyak air sebelum tidur.
  • Pastikan untuk rutin berolahraga.
  • Lakukan kegiatan yang menenangkan sebelum tidur, misalnya mandi air hangat atau mendengarkan musik. (sumber : HD)
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....