Mobilitas Pendatang Jadi Tantangan Pengendalian Malaria di Pohuwato

  • 25 Jul 2026 13:49 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kasus malaria di Kabupaten Pohuwato masih menjadi perhatian serius. Meski pemerintah daerah bersama fasilitas pelayanan kesehatan telah melakukan berbagai upaya pengendalian, penyebaran penyakit tersebut masih menjadi tantangan, terutama karena tingginya mobilitas pendatang yang datang untuk bekerja di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas Duhiadaa, Karmiyati Yunus, mengatakan masyarakat perlu mengenali gejala malaria sejak dini agar penanganan dapat segera dilakukan. Menurutnya, salah satu gejala utama adalah demam tinggi yang tidak kunjung reda meski telah mengonsumsi obat penurun panas.

“Pada dasarnya, gejala malaria itu bisa kita kenali. Misalnya dia panas, panasnya itu tidak berhenti. Dalam dua hari itu, meskipun dia minum obat tetap tidak berhenti. Nah, kemudian gejalanya bisa berlanjut. Kalau misalnya panasnya tidak tertangani, dia sampai kejang-kejang, kemudian muncul ruam-ruam di badan,” ujar Karmiyati.

Ia menjelaskan seluruh puskesmas di Kabupaten Pohuwato telah memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan bagi pasien malaria. Selain itu, Dinas Kesehatan bersama pemerintah daerah juga telah melakukan berbagai langkah pengendalian untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Namun demikian, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang optimal. Karmiyati menilai salah satu penyebabnya adalah banyaknya pendatang dari luar daerah yang datang ke Pohuwato untuk bekerja, terutama di kawasan pertambangan.

“Karena memang sekarang daerah Pohuwato itu menjadi tempat tujuan para penambang. Nah, ini yang menjadi penyebab banyak sekali malaria. Pemerintah daerah pun sudah melakukan upaya-upaya, tapi sampai sekarang belum ada hasil, karena penyumbang malaria itu sendiri berasal dari masyarakat yang dari daerah lain datang ke Pohuwato mencari pekerjaan, kemudian mereka tinggal di Pohuwato dan menyebarkan penyakit di warga masyarakat sini,” jelasnya.

Karmiyati mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala demam yang berlangsung lebih dari dua hari. Ia meminta warga segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan sehingga pengobatan dapat diberikan lebih cepat dan risiko penularan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....