Kuatkan Pengawasan Laut, DKP dan Pokmaswas Bersinergi Cegah Destructive Fishing
- 12 Agt 2026 15:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Upaya menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan terus diperkuat oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo melalui sinergi pemerintah dan masyarakat.
DKP Provinsi Gorontalo melaksanakan Operasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) di Perairan Laut Sumalata dan sekitarnya, Kabupaten Gorontalo Utara, pada 11–12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan Pengawas Perikanan, Polisi Khusus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Polsus PWP3K), serta Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Pantai Diyonumo, Maritim, dan Arung Samudera Kabupaten Gorontalo Utara.
Operasi pengawasan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas laporan POKMASWAS terkait adanya dugaan aktivitas destructive fishing di wilayah perairan tersebut. Praktik yang menjadi perhatian antara lain penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan serta penggunaan kompresor yang tidak sesuai ketentuan.
Praktik penangkapan ikan dengan cara merusak tersebut tidak hanya berpotensi menghancurkan ekosistem dan sumber daya ikan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pelaku maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Kegiatan ini sekaligus merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Gorontalo Nomor 296/24/IX/2025 tentang Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pemberantasan Penangkapan Ikan dengan Cara Merusak (Illegal Fishing dan Destructive Fishing) di Perairan Gorontalo Utara.
Melalui operasi tersebut, DKP Provinsi Gorontalo tidak hanya melakukan pengawasan terhadap aktivitas pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, tetapi juga mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku usaha terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan.
Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga laut dan sumber daya perikanan sebagai sumber kehidupan sekaligus aset penting bagi generasi mendatang.
“Laut adalah sumber kehidupan kita bersama. Karena itu, menjaganya bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kalau laut kita jaga, maka sumber penghidupan masyarakat pesisir dan nelayan juga akan terus terjaga,” ujar Aryanto, Rabu (13/8/2026).
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan POKMASWAS yang secara aktif menyampaikan informasi mengenai dugaan aktivitas yang berpotensi merusak sumber daya kelautan dan perikanan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan merupakan bagian penting dalam membangun sistem pengawasan yang efektif.
“Kami sangat mengapresiasi laporan dan partisipasi POKMASWAS. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga laut semakin baik. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga sinergi dengan masyarakat menjadi sangat penting,” tambahnya.
DKP Provinsi Gorontalo terus mendorong pengawasan berbasis masyarakat sebagai salah satu strategi dalam mencegah dan meminimalkan praktik illegal fishing maupun destructive fishing.
Kolaborasi antara Pengawas Perikanan, Polsus PWP3K, POKMASWAS, aparat penegak hukum, serta masyarakat diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi dan penanganan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengancam kelestarian ekosistem laut.
Melalui kegiatan pengawasan di Perairan Laut Sumalata dan sekitarnya ini, DKP Provinsi Gorontalo berharap pemanfaatan ruang laut dapat berlangsung secara tertib, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Perairan Laut Sulawesi Kabupaten Gorontalo Utara.
DKP Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum, POKMASWAS, nelayan, dan seluruh masyarakat pesisir dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan.
Menjaga laut hari ini adalah investasi untuk kehidupan masyarakat pesisir dan generasi yang akan datang. (mcgorontaloprov/Yanto)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....