Program LAUTRA Komponen 2.2 Kembangkan Desa Konservasi Hiu Paus Botubarani
- 04 Sep 2026 07:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Goorntalo — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Aryanto Husain mengatakan dalam implementasinya, pengembangan ekonomi produktif akan diarahkan agar terintegrasi dengan aktivitas masyarakat, Pokdarwis, kelompok pengawas, pelaku UMKM dan kelompok masyarakat lainnya, sehingga terbentuk ekosistem ekonomi wisata bahari yang saling mendukung.
Aryanto Husain menegaskan ini pada pendampingan finalisasi pilot project program LAUTRA Komponen 2.2 atau Dana Ekonomi Produktif Berkelanjutan (DEPB) yang dilaksanakan di Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango.
“Desa Botubarani memiliki posisi strategis dalam pengembangan wisata bahari Provinsi Gorontalo. Kawasan ini memiliki daya tarik wisata bahari yang telah menarik perhatian wisatawan, sekaligus berada dalam kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis penting,” kata Aryanto Husain, Kamis 3 September 2026.
Desa Botubarani yang terkenal dengan wisata hiu pausnya merupakan salah satu lokus pilot project program tersebut.
Pendampingan finalisasi pilot project program LAUTRA Komponen 2.2 ini dilaksanakan oleh Direktorat Jasa Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koperasi, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta MNC LAUTRA. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas kementerian, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat.
Dalam kegiatan finalisasi ini, seluruh pihak bersama-sama melakukan penajaman terhadap konsep Pilot Project LAUTRA Komponen 2.1 Desa Botubarani, khususnya terkait kebutuhan dukungan ekonomi produktif masyarakat, pengembangan potensi wisata bahari, kelembagaan pengelola, serta keberlanjutan pemanfaatan kawasan.
Aryanto menjelaskan hasil finalisasi menyepakati bahwa pengembangan DEPB di Desa Botubarani diarahkan untuk memperkuat usaha ekonomi masyarakat yang terhubung langsung dengan aktivitas wisata bahari dan potensi kelautan setempat.
Selain itu, dilakukan pemantapan terhadap calon lembaga pengelola sebagai pihak yang akan berperan dalam mengelola dan memastikan keberlanjutan kegiatan serta pemanfaatan dukungan program secara produktif dan bertanggung jawab.
Finalisasi juga menghasilkan penajaman kebutuhan dan prioritas dukungan program agar DEPB yang diberikan tidak hanya menghasilkan kegiatan ekonomi jangka pendek, tetapi mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung pengembangan destinasi wisata bahari Botubarani.
Kegiatan didampingi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, jajaran Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Kepala Desa Botubarani, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kompak, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Penyuluh Perikanan Wilayah Kerja Kecamatan Kabila Bone, serta calon lembaga pengelola pengusul Program LAUTRA Komponen 2.1 Desa Botubarani.
Desa Botubarani memiliki posisi strategis dalam pengembangan wisata bahari Provinsi Gorontalo. Kawasan ini memiliki daya tarik wisata bahari yang telah menarik perhatian wisatawan, sekaligus berada dalam kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis penting.
“Botubarani merupakan etalase wisata berkelas internasional dalam kawasan konservasi yang perlu terus didorong untuk pemanfaatan secara berkelanjutan,” ujar Aryanto.
Karena itu, pengembangan melalui Program LAUTRA Komponen 2.2 tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa pemanfaatan potensi wisata bahari dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem laut dan pesisir. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara konservasi, pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Aryanto menilai kehadiran Dana Ekonomi Produktif Berkelanjutan Program LAUTRA di Desa Botubarani diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi pengembangan usaha masyarakat yang berkaitan dengan sektor kelautan, perikanan dan pariwisata.
Dengan adanya penguatan ekonomi produktif dan penataan aktivitas wisata, wajah wisata bahari Botubarani diharapkan menjadi semakin menarik, tertata dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sekaligus memperluas peluang pendapatan masyarakat melalui usaha jasa wisata, kuliner, produk UMKM, jasa pendukung pariwisata serta berbagai usaha berbasis potensi kelautan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Program LAUTRA menjadi momentum untuk memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi di kawasan pesisir.
Keterlibatan Pokdarwis, KOMPAK, POKMASWAS, penyuluh perikanan, pemerintah desa dan calon lembaga pengelola menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan tetap mendukung tujuan konservasi.
Melalui kelembagaan yang kuat, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pengelola dan pelaku usaha yang mampu menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari potensi wisata bahari yang dimiliki Desa Botubarani.
Pengembangan Pilot Project LAUTRA Komponen 2.2 di Desa Botubarani sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Gorontalo dalam memperkuat program Agro Maritim. Konsep Agro Maritim mendorong pemanfaatan potensi sumber daya darat dan laut secara terpadu untuk menciptakan nilai tambah, lapangan usaha dan kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Program LAUTRA melalui dukungan DEPB diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara ekonomi produktif masyarakat, sektor kelautan dan perikanan, pariwisata bahari, UMKM dan konservasi.
Dengan telah dilakukannya finalisasi pilot project, Desa Botubarani diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan ekonomi masyarakat pesisir yang mengintegrasikan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh pengembangan wisata bahari yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, pemerintah desa, kelompok masyarakat dan calon lembaga pengelola menjadi kunci dalam memastikan Program LAUTRA Komponen 2.2 dapat berjalan secara tepat sasaran, berkelanjutan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Botubarani,” jelas Aryanto. (mcgorontaloprov/yanto)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....