Gini Ratio Provinsi Gorontalo Sebesar 0,383
- 06 Feb 2026 08:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Nilai Gini Ratio Gorontalo selama periode Maret 2019–September 2025 terus mengalami fluktuasi. Pada September 2025, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Gorontalo yang diukur oleh Gini Ratio bernilai 0,383.
Angka ini turun sebesar 0,009 poin dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2025 yang tercatat sebesar 0,392. Menurut wilayah tempat tinggal, Gini Ratio di wilayah perkotaan pada September 2025 adalah 0,378.
“Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan sebesar 0,011 poin dibanding Maret 2025 yang sebesar 0,389m,” kata Watekhi Kepala Badan Pusat Staitistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Kamis, 5 Februari 2026.
Watekhi menjelaskan untuk wilayah perdesaan, gini ratio pada September 2025 sebesar 0,359, turun 0,017 poin dibandingkan Maret 2025. Nilai gini ratio pada September 2025 di wilayah perkotaan lebih tinggi daripada Gini Ratio di wilayah perdesaan menunjukan pengeluaran di wilayah perkotaan relatif tidak merata dibanding wilayah perdesaan.
Selain Gini Ratio, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia.
Berdasarkan ukuran ini tingkat ketimpangan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya di bawah 12 persen, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12–17 persen, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17 persen.
Watekhi juga merinci pada September 2025 persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di perkotaan sebesar 18,01 persen dari total konsumsi penduduk perkotaan Gorontalo.
Sementara persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di perdesaan tercatat sebesar 18,80 persen dari total konsumsi penduduk perdesaan Gorontalo.
Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan share konsumsi pada kelompok ini di wilayah perkotaan dan perdesaan dibandingkan Maret 2025.
“Menurut kriteria Bank Dunia, ketimpangan yang terjadi di wilayah perkotaan maupun perdesaan Gorontalo termasuk kategori ketimpangan rendah,” ujar Watekhi.
Secara keseluruhan pada September 2025, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah sebesar 17,37 persen dari pengeluaran seluruh penduduk yang ada di Gorontalo. Angka ini berarti Provinsi Gorontalo ada pada kategori ketimpangan rendah. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, terjadi peningkatan konsumsi pada kelompok penduduk 40 persen terbawah sebesar 0,11 persen poin dari sebelumnya sebesar 17,26 persen.
Demikian pula jika dibandingkan dengan kondisi September 2024, konsumsi pada kelompok penduduk 40 persen terbawah naik 0,80 persen poin dari angka 16,57 persen di bulan September 2024.
Perubahan persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen ke bawah pada September 2025 menunjukkan bahwa kondisi ketimpangan di Provinsi Gorontalo semakin membaik. (mcgorontaloprov)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....