KemenHAM Gorontalo Dukung Edukasi Kesehatan Mental Mahasiswa
- 05 Okt 2026 20:37 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kesadaran menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih manusiawi. Edukasi tentang kondisi psikologis pun dinilai perlu diperluas agar masyarakat mampu mengenali tekanan mental dan memahami pentingnya mendapatkan dukungan. Perspektif tersebut menjadi perhatian Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo melalui dukungan terhadap gerakan mahasiswa dalam memperingati World Mental Health Day atau WMHD Gorontalo 2026.
Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo Sarton Dali menerima kunjungan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia atau ILMPI Wilayah VI, Senin 5 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama pelaksanaan WMHD Gorontalo yang mengusung tema “Ruang untuk Merasa”. Peringatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan kesehatan mental.
Sarton Dali mengatakan edukasi kesehatan mental memiliki keterkaitan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap hak untuk menjalani kehidupan yang bermartabat.
“Kami menyambut baik terkait kegiatan itu. Sambil menjajaki kerja sama dengan teman-teman mahasiswa, kiranya kalau mereka mempunyai kegiatan nanti bisa melibatkan kami dari Kementerian HAM,” kata Sarton Dali.
Ia mengatakan KemenHAM terbuka terhadap kegiatan mahasiswa yang memiliki keterkaitan dengan isu hak asasi manusia. Edukasi publik dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi salah satu ruang yang dapat dikolaborasikan.
Sekretaris Panitia WMHD Gorontalo 2026 Istiqoma Gurdam mengatakan kedatangan mahasiswa ke KemenHAM Gorontalo untuk menyampaikan proposal sekaligus mengajukan kerja sama pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengangkat tema ‘Ruang untuk Merasa’. Peringatan World Mental Health Day jatuh pada 10 Oktober, namun kegiatan kami akan dilaksanakan pada 11 Oktober di Taman Budaya Limboto,” kata Istiqoma.
Kegiatan tersebut direncanakan mulai pukul 15.00 WITA. Panitia menargetkan sekitar 100 responden dari masyarakat yang beraktivitas di kawasan Taman Budaya Limboto.
Pemilihan lokasi dan waktu tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Edukasi akan dikemas secara sederhana agar pesan mengenai kesehatan mental dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Istiqoma mengatakan masih banyak orang yang mengalami kelelahan, stres maupun tekanan psikologis, namun belum sepenuhnya memahami kondisi yang mereka alami ataupun cara menyikapinya.
“Kami berharap masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo, tahu pentingnya kesehatan mental untuk masa sekarang maupun masa depan,” ucap Istiqoma.
ILMPI Wilayah VI mencakup wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua. Dalam pelaksanaan WMHD di Gorontalo, mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang memiliki program studi psikologi turut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Istiqoma berharap kolaborasi dengan KemenHAM tidak berhenti pada pelaksanaan WMHD. Menurutnya, isu kesehatan mental berkaitan erat dengan manusia sehingga membutuhkan perspektif kemanusiaan dan hak asasi.
“Banyak kasus mengenai kesehatan mental yang tetap berkaitan dengan manusia di dalamnya. Karena itu, sumber daya dan perspektif HAM juga diperlukan dalam kerja sama yang kami bangun,” ucap Istiqoma.
Penjajakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal mempertemukan perspektif psikologi dan HAM dalam edukasi publik. Keduanya diharapkan dapat mendorong masyarakat membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kondisi psikologis dan martabat setiap orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....