Pasca Kick Off Manasik, Kemenhaj Gorontalo Dorong Pembimbing Terus Perbarui Ilmu

  • 30 Sep 2026 10:39 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Penyelenggara manasik haji di Provinsi Gorontalo diminta memastikan jemaah mendapat pembelajaran dari pembimbing yang profesional dan memiliki sertifikat. Materi manasik juga perlu terus diperbarui mengikuti perkembangan penyelenggaraan haji 2026 hingga 2027. Imbauan tersebut disampaikan pasca pelaksanaan Kick-Off Manasik Haji Nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan jemaah sebelum memasuki rangkaian perjalanan ibadah haji.

Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo Safwan Eki mengatakan, kualitas pembimbing menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan manasik. Pembimbing tidak cukup hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga harus mengikuti perkembangan penyelenggaraan haji.

Menurutnya, penyelenggara manasik perlu memanfaatkan pembimbing yang profesional dan telah memiliki sertifikat. Hal tersebut diperlukan agar materi yang diterima jemaah disampaikan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

Safwan mengatakan, pembimbing juga perlu secara aktif memperbarui pengetahuan mengenai kebijakan dan perkembangan terbaru penyelenggaraan haji. Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada jemaah tidak tertinggal dari kondisi terbaru.

“Pembimbing manasik harus terus meng-update ilmu dan perkembangan penyelenggaraan haji dari tahun 2026 hingga 2027, sehingga pembelajaran yang disampaikan kepada jemaah sesuai dengan informasi terbaru,” kata Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo Safwan Eki, saat diwawancarai RRI, Rabu 30 September 2026.

Pembaruan pengetahuan menjadi penting karena penyelenggaraan haji mencakup berbagai aspek yang terus berkembang. Mulai dari ketentuan ibadah, perjalanan, pelayanan jemaah hingga aspek kesehatan perlu dipahami secara menyeluruh.

Kick-Off Manasik Haji Nasional menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan jemaah. Melalui kegiatan tersebut, jemaah diarahkan untuk memahami rangkaian ibadah sekaligus berbagai kondisi yang akan dihadapi selama perjalanan.

“Manasik tidak hanya memberikan pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji. Jemaah juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan dan kebijakan yang berlaku dalam penyelenggaraan haji,” tambahnya.

Aspek kesehatan turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran manasik. Pemahaman mengenai kondisi fisik, persiapan kesehatan dan pola menjaga kebugaran dapat membantu jemaah mempersiapkan diri sebelum keberangkatan.

Selain itu, jemaah perlu dibekali pemahaman mengenai perjalanan haji. Informasi mengenai proses keberangkatan, perjalanan, aktivitas selama berada di Tanah Suci hingga kepulangan menjadi bagian dari persiapan yang perlu diketahui sejak awal.

Safwan menambahkan, pembimbing manasik memiliki peran penting dalam membantu jemaah memahami materi secara utuh. Karena itu, penyelenggara perlu memastikan pembimbing yang ditugaskan memiliki kompetensi dan terus mengikuti perkembangan informasi.

Dengan pembimbing yang kompeten dan materi yang terus diperbarui, proses manasik diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori. Jemaah juga dapat lebih siap menghadapi berbagai situasi selama menjalankan ibadah haji.

Kemenhaj Gorontalo berharap pelaksanaan manasik menjadi ruang pembelajaran yang benar-benar membantu jemaah mempersiapkan ibadah secara matang. Pemahaman agama, kesehatan, perjalanan dan ketentuan penyelenggaraan haji diharapkan menjadi bekal sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....