Kanwil Kemenag Gorontalo Matangkan Persiapan Kurban Idul Adha 1447 H

  • 21 Mei 2026 12:37 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo terus mematangkan persiapan pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Berdasarkan data terbaru hasil rapat panitia, tercatat sebanyak 112 pegawai telah mendaftarkan diri sebagai peserta kurban.

Dari jumlah tersebut, sementara telah terkumpul 16 ekor sapi. Jumlah itu diperkirakan bertambah menjadi 18 ekor sapi dengan adanya partisipasi dari pihak perbankan sebanyak dua ekor sapi.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Asrul Lasapa, saat memimpin apel pagi ASN, Kamis 21 Mei 2026, di halaman kantor Kanwil Kemenag Gorontalo.

Dalam arahannya, Asrul menjelaskan bahwa setoran peserta kurban tidak sepenuhnya dialokasikan untuk pembelian sapi, tetapi juga mencakup biaya operasional yang dikelola panitia, seperti pengangkutan, pengelolaan, hingga pendistribusian daging kurban.

“Dari setoran kita itu tidak sepenuhnya untuk beli sapi secara total, tapi ada biaya operasional. Kalau setoran hanya untuk pembelian sapi saja, maka operasionalnya harus ditambah lagi, baik biaya pengangkutan, pengelolaan maupun pendistribusian. Karena itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada panitia,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk satu ekor sapi terdapat alokasi sekitar Rp55 ribu sebagai biaya administrasi atau operasional kurban.

Terkait teknis penyembelihan, panitia telah menetapkan empat petugas utama yang merupakan pegawai Kanwil Kemenag Gorontalo dan memiliki sertifikat penyembelih halal. Masing-masing penyembelih akan memotong hewan kurban dari kelompoknya terlebih dahulu sebelum membantu penyembelihan hewan lainnya.

Asrul juga menegaskan bahwa seluruh bagian hewan kurban tidak boleh diperjualbelikan ataupun dijadikan upah bagi petugas penyembelihan maupun distribusi.

Menurutnya, hasil kurban harus dibagikan sesuai syariat, yakni sepertiga untuk pemilik kurban (shohibul qurban), sepertiga untuk fakir miskin, dan sepertiga lainnya sebagai hadiah.

“Pada posisi hadiah inilah boleh diberikan kepada saudara-saudara non-muslim. Bahkan diberikan kepada orang kaya atau pejabat pun boleh jika sifatnya hadiah. Sedangkan sedekah itu khusus untuk fakir miskin dan bernilai ibadah,” ujarnya.

Selain itu, pembagian bagian tertentu seperti tulang, kepala, dan kaki sapi akan diatur secara adil berdasarkan data penerima tahun sebelumnya agar pemerataan dapat terjaga.

Panitia juga telah menyepakati bahwa proses penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada hari kedua Lebaran Idul Adha mulai pukul 06.00 WITA, mengingat jumlah hewan kurban yang cukup banyak.

“Jam 6 pagi kita mulai pemotongan. Yang ingin menyaksikan silakan karena hukumnya sunah, bukan wajib. Jadi tidak harus menunggu pemilik kurban datang karena ini sudah kepanitiaan,” tegasnya.

Dalam apel tersebut, aspek animal welfare atau peri kebinatangan turut menjadi perhatian utama panitia. Kanwil Kemenag Gorontalo akan kembali menggunakan alat bantu mesin penarik (kren) untuk membantu proses perubuhan sapi agar lebih aman dan menghindari tindakan yang dapat menyiksa hewan maupun membahayakan petugas.

Meski demikian, penggunaan alat tersebut akan dievaluasi agar proses penyembelihan berlangsung lebih halus, tertib, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta syariat Islam.

“Mengingat kurban ini dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, maka hewan kurban harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya, termasuk ketika akan disembelih,” pungkas Asrul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....