Kepuasan Jemaah Haji Naik 83,28 Persen, Kemenhaj Diminta Tak Berpuas Diri

  • 07 Agt 2026 13:52 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Perubahan dalam pelayanan haji mulai menunjukkan hasil yang dirasakan langsung oleh jemaah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kepuasan terhadap layanan haji Indonesia pada 2026 mencapai 83,28 persen melalui metodologi baru Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI). Angka tersebut setara dengan 91,45 persen apabila pengukuran dilakukan menggunakan metodologi lama, yakni Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI). Capaian itu menjadi gambaran positif terhadap berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, 2026 menjadi tahun penting dalam evaluasi pelayanan haji karena BPS mulai menggunakan IKLHI sebagai metode pengukuran yang akan diterapkan secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.

"Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil tahun sebelumnya. Capaian itu menunjukkan berbagai transformasi, perbaikan, dan pembenahan layanan haji yang dilakukan pemerintah benar-benar dirasakan oleh jemaah," ucap Amalia Adininggar Widyasanti.

Capaian tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa perubahan dalam tata kelola pelayanan haji mulai memberikan dampak terhadap pengalaman jemaah. Kepuasan yang tinggi menjadi modal penting bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan haji berikutnya.

Di Gorontalo, hasil tersebut disambut dengan optimisme oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo. Kepala Kanwil Kemenhaj Gorontalo Mansur Basir melalui Kepala Bagian Tata Usaha, Muhaiminul Aziz Yunus, menilai capaian nasional tersebut menjadi penyemangat untuk memperkuat pelayanan di daerah.

"Alhamdulillah kita mendapatkan hasil memuaskan dalam pelayanan haji sebagaimana dipublikasikan BPS RI mencapai 91,45 persen. Sebuah prestasi yang luar biasa. Sudah menjadi komitmen Kemenhaj saat melaksanakan pelayanan jemaah haji itu dengan semaksimal mungkin sehingga kita mendapatkan hasil yang maksimal," kata Muhaiminul Aziz Yunus, Jumat 7 Agustus 2026.

Namun, capaian tinggi tersebut tidak ingin dijadikan alasan untuk berhenti berbenah. Jajaran Kemenhaj Gorontalo justru didorong menjadikan hasil survei sebagai bahan evaluasi untuk melihat bagian pelayanan yang masih dapat ditingkatkan.

Aziz menyampaikan pesan Menteri Haji dan Umrah agar seluruh jajaran tidak terlena dengan berbagai penghargaan maupun capaian positif. Kepuasan jemaah harus dipandang sebagai tanggung jawab yang terus diperbarui setiap tahun.

"Pesan Menteri Haji dan Umrah, kita semua jangan terlena dengan berbagai penghargaan. Penghargaan menjadi pemicu untuk meningkatkan lagi pelayanan kita terhadap jemaah haji di tahun mendatang," tambahnya.

Dengan capaian tersebut, transformasi pelayanan haji memasuki fase baru: bukan hanya mengejar angka kepuasan, tetapi memastikan setiap pembenahan benar-benar menjawab kebutuhan jemaah. Bagi Kemenhaj Gorontalo, capaian 2026 menjadi penyemangat untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....