Kemenhaj Dorong Roadmap dan Kolaborasi UMKM dalam Pengembangan Ekosistem Haji
- 07 Agt 2026 13:52 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Peluang ekonomi di balik penyelenggaraan ibadah haji dan umrah terus didorong agar tidak berhenti pada layanan jamaah. Kementerian Haji dan Umrah menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai sektor, termasuk pelaku UMKM di daerah. Dorongan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah yang berlangsung di Hotel Movenpick Surabaya, Jawa Timur, 6–8 Agustus 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, turut mengikuti agenda tersebut didampingi Kepala Bidang Bina Layanan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Syafwan Yusuf Ekie.
Forum yang mempertemukan jajaran Kementerian Haji dan Umrah dari tingkat pusat hingga daerah itu menempatkan pengembangan ekosistem ekonomi haji sebagai agenda yang membutuhkan perencanaan jangka panjang dan kolaborasi banyak pihak.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Prof. Dr. Jaenal Effendi, menekankan pentingnya roadmap agar pengembangan sektor tersebut memiliki arah yang jelas dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Perlu langkah-langkah dalam pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, antara lain perlunya perencanaan dan roadmap, pemberdayaan rantai pasok, integrasi kampung haji, edukasi dan supervisi, monitoring dan evaluasi, serta digitalisasi dan tata kelola," ucap Syafwan Yusuf Ekie, menyampaikan pesan Dirjen P2EHU.
Menurut Syafwan, penguatan ekosistem tidak cukup hanya dengan membangun perencanaan. Rantai pasok yang berkaitan dengan kebutuhan jamaah juga perlu diberdayakan sehingga memberikan ruang bagi pelaku usaha di daerah untuk mengambil bagian.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah UMKM. Keterlibatan pelaku usaha lokal dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dalam ekosistem haji dan umrah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Perlu dilakukan kerja sama lintas sektor, termasuk para pelaku UMKM dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji oleh Kementerian Haji dan Umrah dari tingkat pusat sampai tingkat daerah kabupaten dan kota," kata Syafwan.
Pengembangan tersebut juga akan diarahkan melalui digitalisasi, edukasi, pengawasan serta evaluasi secara berkala. Dengan pendekatan tersebut, ekosistem ekonomi haji dan umrah diharapkan tidak hanya memperkuat layanan kepada jamaah, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....