Kanwil DJPb Gorontalo Gelar Forum Fiskal dan Moneter
- 26 Nov 2025 12:40 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Forum Koordinasi Fiskal dan Moneter, melalui Press Conference ALCo Regional, Makro Ekonomi, Keuangan, dan Moneter Lo Hulonthalo, sampai dengan 31 Oktober 2025. Kegiatan itu, dilaksanakan di Aula Mohuyula, Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Selasa (25/11/25), dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, instansi vertikal Kementerian Keuangan, pemerintah daerah.
Forum ini menjadi platform strategis untuk membahas pencapaian kinerja fiskal, moneter, dan ekonomi regional, sekaligus memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Gorontalo, Adnan Wimbyarto, menekankan pentingnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendukung stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, APBN berfungsi sebagai instrumen utama dalam menanggulangi dampak ekonomi dan memastikan program-program prioritas pemerintah dapat berjalan efektif di tingkat nasional maupun regional.
“APBN terus difungsikan sebagai instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan, memastikan program prioritas berjalan efektif serta memperkuat perlindungan masyarakat di tengah dinamika kondisi ekonomi,” ujar Adnan
Dalam paparan forum disampaikan, ketahanan ekonomi Indonesia secara nasional tumbuh 5,04% pada Triwulan III-2025. Namun, Gorontalo mencatatkan performa yang lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi 5,49% (yoy), menjadikan PDRB Provinsi Gorontalo mencapai Rp14.997,21 miliar.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi tahunan Gorontalo per Oktober 2025 tercatat terkendali di level 2,44%, dengan deflasi bulanan sebesar 0,14%. Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga barang dan jasa. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan tren positif, meningkat menjadi 72,62 pada 2025, yang mencerminkan kemajuan dalam pembangunan kualitas hidup masyarakat Gorontalo.
Hingga akhir Oktober 2025, APBN di Gorontalo terus berperan sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi. Realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp8,36 triliun, yang setara dengan 79,87% dari pagu yang ditetapkan. Sementara itu, Pendapatan Negara mencapai Rp1.040,64 miliar, atau 71,54% dari target yang diharapkan.
“Komponen Transfer ke Daerah (TKD) menjadi sektor dengan realisasi tertinggi, mencapai Rp5.274,63 miliar, yang berkontribusi sebesar 86,66% dari pagu yang ada. Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi penyumbang terbesar dalam sektor ini. Sektor perdagangan juga mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp468,02 miliar, sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) tercatat sebesar Rp61,37 miliar, yang turut mendukung sektor-sektor usaha kecil dan mikro di Gorontalo,” tambahnya

Pemerintah juga terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat Gorontalo. Hingga Oktober 2025, penyaluran bantuan sosial (bansos) telah menjangkau 840.716 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total nilai Rp543,34 miliar. Program-program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), serta bantuan untuk anak yatim/piatu (YAPI) menjadi andalan dalam menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, program-program prioritas lainnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga telah berhasil diimplementasikan di seluruh kabupaten/kota di Gorontalo. Hingga saat ini, 65.610 penerima manfaat telah menikmati manfaat dari program ini, yang mencakup siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Forum Koordinasi Fiskal dan Moneter ini menggarisbawahi komitmen bersama seluruh pihak terkait untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi, mengoptimalkan belanja negara, dan memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini telah menjadi mitra kami dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan keuangan negara. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” Ucap Adnan Wimbyarto
Dengan forum ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat lebih memahami capaian-capaian yang telah diraih, serta terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.(RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....