Manfaatkan Hari Tasyrik, BPBD Bone Bolango Salurkan Daging Kurban

  • 28 Mei 2026 20:38 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango memanfaatkan momentum Hari Tasyrik Idul Adha 1447 Hijriah dengan menyembelih dua ekor sapi kurban untuk dibagikan kepada masyarakat dan korban bencana longsor. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di lingkungan kantor BPBD Bone Bolango, Kamis 28 Mei 2026. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga sekitar serta masyarakat terdampak bencana longsor di kawasan Suwawa Kompleks Danau Perintis.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan kegiatan kurban tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas jajaran BPBD terhadap masyarakat, khususnya warga yang sedang menghadapi musibah bencana alam.

“Momentum Idul Adha ini kami manfaatkan untuk berbagi dengan masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah longsor di wilayah Suwawa Kompleks Danau Perintis,” ucap Achril.

Menurutnya, penyaluran daging kurban kepada korban bencana diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dukungan moril di tengah masa pemulihan pascabencana.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak bencana juga bisa merasakan kebahagiaan Idul Adha bersama keluarga mereka,” kata Achril.

Ia menjelaskan, selain dibagikan kepada korban longsor, daging kurban juga disalurkan kepada masyarakat sekitar kantor BPBD serta sejumlah petugas lapangan yang selama ini terlibat aktif dalam penanganan kebencanaan di Bone Bolango.

Achril menambahkan semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi warga terdampak bencana,” tambahnya.

BPBD Bone Bolango sendiri terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap sejumlah wilayah rawan bencana di daerah tersebut, terutama setelah intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir memicu longsor dan banjir di beberapa kecamatan.

Pemerintah daerah bersama BPBD juga terus mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana guna memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....