Davis Damaledo dan Petualangannya Menemukan Serangga Nesiophasma Sobesonbaii

  • 15 Jan 2024 15:39 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Kita akan menjelajahi kisah menarik seorang siswa SMA Negeri Lima kelas 12 dari Kota Kupang, Davis Marthin Damaledo, yang tanpa sengaja menemukan spesies serangga ranting baru yang diberi nama “Nesiophasma sobesonbaii 3”. Bagaimana Davis menjalani perjalanan luar biasa ini dan apa yang membuatnya jatuh cinta pada dunia serangga? Mari kita simak lebih lanjut.

Awal Mula Ketertarikan Davis pada Serangga. Sejak Sekolah Dasar (SD), Davis (nama sapaan) sudah menunjukkan ketertarikan yang luar biasa pada serangga. Setiap hari, Davis menjelajahi kebun-kebun milik tetangga, mengumpulkan serang ranting dengan berbagai jenis.

Jenis yang dikeloksi semasa di bangku Sekolah Dasar adalah, Rhomboder Kirbyi Kupang, Rhombodera Basalis Sijunjung Sumatera Barat, Rhombodera Lingulata Bandung Jawa Barat, dan Hierodula Timorensi Baun, Timur Barat, dan masih ada jenis-jenis lainnya di Sumba, NTT.

Kisah ini dimulai dari ketertarikan Davis terhadap serangga sejak SD. Menurut cerita Davis, kegemaran ini sempat pudar disama itu. Kegigihannya tidak seperti kebanyakan anak-anak sebayanya yang sibuk dengan game online, Davis lebih memilih menjelajahi kebun tetangga dan mengumpulkan serangga. Banyak sisi positif yang membuatnya berbeda.

Walaupun sempat terhenti semasa Sekolah Dasar, akan tetapi kegemarannya kembali muncul di Kelas III SMP. Saat itu ia menemukan saluran YouTube yang mengubah hidupnya, bernama "Insect Haus". Dalam chanel youtube ini memuat video-video pendek tentang serangga di kanal ini, sekaligus mendorong dan membuka mata Davis terhadap keanekaragaman dan keindahan makhluk ini. Ia jatuh cinta pada serangga ranting, sebuah obsesi yang membawanya pada petualangan menakjubkan.

"Saya kelas tiga SMP itu saya melihat saya melihat chanal youtube yang bernama Insect Haus. Di chanal itu seriang mengupload video-vidio pendek tetang serangga. Ini membuat saya seperti tertarik kembali karena melihat bentuk-bentuknya yang sangat menarik, dan ada satu serangga yang sangat membuat saya sangat jatuh cinta, baik itu serangga ranting,” ujar Davis Damaledo ketika ditemui Tim RRI Kupang di SMA Negeri 5 Kupang, Kamis (11/1/2024)

Berbekal pengetahuannya, Davis memutuskan untuk menjelajahi hutan-hutan dan taman sekitar rumahnya. Di lahan hijau tak jauh dari rumah, ia menemukan kandang-kandang besar yang berisi berbagai serangga yang menjadi sumber inspirasinya. Namun, petualangannya mencapai puncak, ketika ia menemukan sepasang serangga ranting di Desa Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Setelah penelitian lebih dalam ternyata ini adalah spesies baru yang belum dideskripsikan. Nah dari situ saya mengumpulkan telur-telurnya dan dari specimen yang saya temukan itu setelah mati saya awetkan, lalu saya kirim ke teman saya, dan dari teman saya dia kirim ke Penelitinya,” ungkap David kepada RRI.

“Kurang lebih dua tahun hingga akhirnya dipublikasikan pada bulan Maret Tahun 2023 kemarin, dan kita memberi nama Nesiophasma Sobesonbaii. Jadi Sobesonbai ini kita ambil dari nama pahlawan local sekaligus kita menghirmati mereka,” kata Davis.

Cukup jauh, Davis dan Ayahnya Dance Damaledo menjelajahi hutan di Nekamese, berjarak puluhan kilo meter dari Kota Kupang, menuju arah Kupang Barat.

Proses Penelitian dan Penemuan Spesies Baru. Pada Maret tahun 2021, Davis dan orangtuanya pergi ke Lokasi Habitat Spesies Serangga Ranting di Nekamese, Kabupaten Kupang. Mereka menemukan sepasang serangga ranting di pohon jambu biji dekat sebuah tiang listrik yang tidak jauh dari pinggiran jalan. Setelah mendapatkan serangga ranting, ia membawa pulang untuk dipelihara.

Ia memelihara Serangga Ranting ini hingga 4 bulan lamanya, mulai dari proses bertelur sampai menetas. Dengan bantuan kenalannya yang berpengalaman, Davis mengumpulkan telur-telurnya dan memulai perjalanan panjang menuju penelitian.

Setelah dua tahun, pada Maret 2023, Nesiophasma Sobesonbaii 3 secara resmi diumumkan sebagai spesies baru, dengan nama yang diambil dari pahlawan lokal, Sobesonbai, di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Davis tidak hanya seorang penemu, tetapi juga seorang pejuang untuk pelestarian lingkungan. Hal ini ia buktikan dengan mengeloksi berbagai jenis Serangga Ranting dari berbagai daerah di NTT, Jawa, dan Sumatare.

Di kediamannya, terpampang berbagai jenis serangga ranting menjadi koleksinya. Ada yang masih hidup, ada pula yang sudah diawatkan dan ditempal pada sebuah dinding kardus berukuran 50x30 cm.

Ia telaten mengurus serangga ranting piaraannya ini. Suasana rumah pun terlihat adem, dipenuhi pohon-pohon, terutama jenis pohon makanan serangga ranting seperti jambu biji dan jambu mente.

Sepintas terbersit dalam benak tim RRI Kupang yang bertandang ke kediamannya di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Jumat 12 Januari 2024, terlihat jiwa ketekunan dan kegigihan Pelajar SMA Negeri Lima Kota Kupang, Davis, untuk menemukan spesies ini sangat tinggi.

Persis di depan halaman rumahnya, berdiri sebuah pohon jambu biji. Diatasnya pun masih bergantung seekor serangga ranting peliharaannya. Davis dalam upayanya untuk mengumpulkan dan memahami serangga, mendapat dukungan penuh sang Ayah bernama Dance Damaledo.

Kenapa mereka sampai kasih nama Sobesonbaii karena dari hasil komunikasi dia dengan itu si temannya di Yogyakarta yaitu Garda Bagus ini, minta nama. Sebenarnya minta namanya Davis tetapi Davis, tetapi Davis bilang jangan, kita pakai nama pahlawan Timor yang semua orang tahu,” ucap Dance.

“Jadi nama ini biar lebih dikenal sehingga begitu nama ini dikeluarkan nama Sonbai, pasti semua orang NTT tahu. Maka lebih tepat diberi nama ini sudah lebih mudah dikenal orang, sehingga diberi nama Nesiophasma Sobesonbaii. Jadi Nesiophasma itu nama ilmiahnya nama spesiesnya. Dan itu dua tahun baru keluar dia punya jurnal internasionalnya, dari bulan maret” ungkap orang tua Davis, Dance Damaledo.

Ayah Davis, Dance Damaledo kepada RRI di Kupang, Jumat (12/1/2024) menuturkan, ia dan anaknya, dengan semangat penelitian yang menggebu, memulai perjalanan ke daerah Nekamese di Kabupaten Kupang, pada Maret 2021. Di sana, mereka mencari dan menemukan habitat ideal serangga ranting, di tengah hutan Jambu Biji atau yang dikenal penduduk sekitar dengan nama Kujawas.

Dance Damaledo bercerita, dalam proses pencarian mereka tidak selalu lancar. Akan tetapi semangat Davis mendorong dirinya setia mendampingi cita-cita besar anak Bungsunya ini.

“Dan ternyata memang di kita Nusa Tenggara Timur ini masih banyak spesies yang eh mungkin diperkanalkan kepada masyarakat umumnya supaya anak-anak sekarang biar mereka bisa tahu tentang pengetahuan itu. Sebab kalau tidak seperti ini eh suatu saat barangnya sudah punah dan anak-anak, cucu kita tidak tahun tentang hal ini,” kata Dance.

Dari cerita Dance, ketika ia bersama anaknya menemukan spesies yang dianggap baru, Davis tidak tinggal diam. Ia mencari bantuan dari teman-teman, ada ahli serangga di Jerman, dan Garda Bagus dari Yogyakarta. Proses konsultasi panjang membawa mereka pada nama yang tepat : “Nesiophasma Sobesonbaii 3”.

“Sebelum memberi nama “Nesiophasma Sobesonbaii 3”, sempat muncul nama lain yang diusulkan yakni Nesiophasma Davis. Tetapi berbagai pertimbangan, akhirnya nama Sobesonbaii yang menguat dengan alasan, nama ini sudah sangat dikenal masyarakat NTT, dan sekaligus penghormatan kepada Pahlawan asal NTT ini,” ujar Dance.

Dalam kondisi terbatas Davis menjalankan penelitiannya, Sang Ayah Dance Damaledo menceritakan bagaimana mereka selalu mendukung anaknya, meskipun menghadapi kendala biaya dan kurangnya fasilitas penelitian. Meski demikian, Dance Damaledo berharap agar apa yang telah dilakukan oleh Davis dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Jadi sebagai orang tua saya sangat mendukung dan mensuport. Saya lebih bersyukur lagi apabila ada perhatian dari Pemerintah untuk mendukung ini anak, agar dia bisa mencapai cita-citanya sebagai ahli tentang serangga ini. Jadi kalau ada support atau dukungan pemerintah paling tidak ada rekomendasi untuk mendukung pendidikannya, paling tidak kami orang tua sangat mendukung ini,” ujar Dance.

Dance juga menuturkan, Dari betahita.id hingga BBC News Indonesia, perjalanan Davis menjadi viral pada November 2023. Awalnya dianggap biasa, namun seiring berjalannya waktu, SMA Negeri Lima Kota Kupang memanggilnya untuk mempresentasikan penemuannya di sekolah.

Melalui pengalaman dan kesulitan yang dihadapi, Dance Damaledo bercita-cita melihat anaknya menjadi peneliti hebat di masa depan. Ia berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk pendidikan dan penelitian anak-anak NTT.

Memberikan dukungan penuh kepada Davis, Kepala SMA Negeri 5 Kupang, Veronika Wawo menyampaikan, pihak sekolah selalu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk menyampaikan ide-ide mereka. Menurutnya, Davis membawa semangat positif dengan penelitian serangga ranting baru, Nesiophasma sobesonbaii.

“Tentang prestasi Davis ini menurut saya hal yang luar biasa, kenapa? Karena di Sekolah ada matapelajaran-matapelajaran yang membuat mereka untuk bagaimana mereka beraktivitas untuk mengembangkan karakter mereka, mengembangkan keterampilan mereka, bukan hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas,” kata Davis.

“Dengan adanya profil pelajar pancasila, sebenarnya sekarang ini anak-anak mereka lebih banyak mengekspresikan diri dengan hal-hal yang baru, inovasi-inoasi baru yang sangat bagus dan menunjang krestivitas mereka. Dan dari sekolah kami sangat support hal positif yang dilakukan Davis,” kata Veronika.

Veronika juga menuturkan, di SMA Negeri 5 Kupang, mereka fokus pada pengembangan bakat dan ketrampilan di dalam dan di luar kelas. Profil pelajar pancasila memacu anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui inovasi.

Kisah petualangan Davis ditanggap serius pihak sekolah. Mereka mengangapnya sebuah inspirasi, dan pengaruh positif dibandingkan dengan distraksi seperti bermain game online.

“Ini sesuatu yang Sangat positif! Lebih baik terlibat dalam hal-hal yang mengembangkan diri. Davis memberikan motivasi, dan sekarang karya ilmiah hasil penelitian sederhana menjadi syarat ujian bagi kelas 12.

Veronica berpesan kepada generasi muda, agar mereka menjadi seperti Davis, untuk menuangkan ide-ide baru dalam penelitian dan berbagi pengetahuan. Ia berpesan juga, Teruslah berinovasi!

Dari kisah menarik seorang siswa SMA Negeri Lima kelas 12 dari Kota Kupang, Davis Marthin Damaledo, yang tanpa sengaja menemukan spesies serangga ranting baru yang diberi nama Nesiophasma sobesonbaii berpesan, agar kita semua harus peduli terhadap lingkungan sekitar. Serangga, yang sering diabaikan oleh banyak orang, sebenarnya memiliki peran penting dalam ekosistem kita. Dia menyerukan kesadaran akan kekayaan alam kita, dan perlunya melindungi spesies-spesies yang belum terpublikasi.

Terima kasih telah menyimak kisah luar biasa Davis Marthin Damaledo, siswa SMA kelas 12 yang menjelajahi dunia serangga dan menemukan spesies baru yang memukau. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap keanekaragaman hayati di sekitar kita. (allo tani).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....