Jeruk Garut Bangkit Diambang Kepunahan
- 08 Agt 2023 08:07 WIB
- Bandung
KBRN, Garut : Berbagai pihak berupaya untuk mengembalikan kejayaan jeruk asli Garut yang telah melekat menjadi icon Kabupaten Garut pada masanya hingga saat ini Kondisi asli jeruk Garut saat ini sangat memperihatinkan, akibat berbagai faktor yang terjadi pada tahun 1900 an. Jeruk Garut, yang bernama Latin Citrus Nobilis Var.Chrysocarpha ini, diyakini sudah hadir dari beberapa abad yang lalu. Eksistensinya menasional, hingga diperkenalkan ke Eropa oleh Belanda di masa penjajahan.
Kemolekan Jeruk Garut bahkan 'diresmikan' oleh Pemerintah, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 760/KPTS.240/6/99 yang diterbitkan tanggal 22 Juni 1999. Dalam SK itu, Jeruk Garut ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional, dengan nama Jeruk Keprok Garut. Dilansir dari laman resmi Pemkab Garut, garutkab.go.id, penerapan jeruk Garut ini merujuk kepada Jeruk Garut yang merupakan salah satu komoditas pertanian unggul.
"Komoditas pertanian unggulan nasional yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitas produksinya," kata Kepala Dinas Dinas Pertanian Pemkab Garut, Beni Yoga, Selasa (8/8/2023).
Jeruk Garut juga, kemudian menjadi salah satu ikon, yang terdapat pada lambang Kabupaten Garut. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Garut Nomor 9 Tahun 1981, tentang Lambang Daerah Kabupaten Garut. Dimana, pada Pasal 2 huruf G, berbunyi 'sebuah Jeruk Garut, berwarna kuning jeruk yang merupakan hasil spesifik dari Kabupaten Daerah Tingkat II Garut yang disebut dimana-mana dengan sebutan Jeruk Garut.
Dalam catatan sejarah, Jeruk Garut ini berjaya setidaknya hingga akhir tahun 1900-an. Pada tahun 1987, populasi Jeruk Garut masih tercatat memiliki 1,3 juta pohon di Garut. Dengan capaian produksi hingga 26 ribu ton per tahunnya. Namun kejayaannya sirna begitu saja, ketika material letusan Gunung Galunggung di tahun 1982 menghancurkan pohonnya. Keadaan makin buruk, ketika penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang bersumber dari bakteri bernama Lybers Bacteria Anticum menyerang.
Sejak saat itu, beragam upaya, kemudian dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta, untuk terus menjaga eksistensi dari Jeruk Garut ini. Meski kerap ditampilkan pemerintah dalam beragam acara, khususnya berkaitan dengan kegiatan pertanian, namun Jeruk Garut ini seakan tenggelam ditelan zaman. Namanya, kemudian mulai disebut-sebut lagi, ketika Wakil Menteri Pertanian Harvick Husnul Qolbi datang ke Garut belum lama ini. Harvick, yang datang ke Kecamatan Cigedug salah satunya untuk melaksanakan panen jeruk, sempat menanyakan perihal Jeruk Garut ini kepada Pemkab dan petani.
"Ini kalau bisa konsisten, bisa saya bawa ke istana," kata Harvick.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....