Beda Generasi, Satu Arena: Sepuh dan Anak Muda Taklukkan Lokapasar Digital Dunia

  • 30 Agt 2026 00:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memperkuat regulasi ekosistem digital melalui Permendag Nomor 19 Tahun 2026 untuk melindungi konsumen dan mengutamakan produk dalam negeri.
  • Kementerian Komdigi dan Kementerian UMKM mendorong transformasi usaha mikro agar beralih dari sekadar masuk platform digital menuju peningkatan produktivitas serta adopsi kecerdasan buatan.
  • Pelaku usaha rumahan Sambal RoaRia membuktikan pentingnya penguatan standar mutu dan kejujuran produksi di sektor hulu guna menjamin keberlanjutan pasar domestik maupun ekspor.

Pemerintah merespons cepat perubahan lanskap perdagangan digital melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026. Regulasi tersebut menegaskan kewajiban pengutamaan produk dalam negeri dan transparansi struktur biaya layanan lokapasar.

"Jadi ini salah satunya adalah menindaklanjuti Permendag 19 ya, di mana salah satu poinnya adalah bagaimana kita bisa mengutamakan produk-produk lokal," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso saat berbicara pada Program Akselerasi Produk Lokal Shopee-Kementerian Perdagangan di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu, 13 Agustus 2026.

Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga keselarasan hubungan pedagang, platform, dan konsumen. Ia memaparkan data struktur impor nasional yang didominasi pasokan bahan baku industri manufaktur.

"Struktur impor kita itu dari 100 persen, impor kita itu 91 persen itu produk bahan baku dan barang modal. 9 koma sekian persennya itu barang-barang konsumsi. B2B, tapi pemerintah tetap mengawasi agar lebih fair antara seller, platform, dan juga untuk kepentingan konsumen," ujar Budi Santoso.

Pemerintah membuka akses pasar internasional melalui pameran tahunan Trade Expo Indonesia (TEI). Program kurasi Pilihan Busan turut memasok produk pelaku usaha mikro ke jejaring toko modern.

"Tahun lalu buyer dari luar negeri yang datang itu 8.045, transaksi dagangnya itu mencapai 22,8 miliar US Dollar, untuk UMKM sendiri mencapai 474 juta US Dollar. Produk-produk Pilihan Busan kalau sudah masuk maka bisa diterima di Indomaret, Indogrosir, dan Point Coffee," ucap Budi Santoso.

Arah transformasi digital nasional turut ditekankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menghadiri pertemuan Komunitas Tangan Di Atas (TDA).

"Kalau dulu kita masih pakai bendera 'go digital', UMKM 'go digital', sekarang saya kira kita harus mengarah kepada 'go produktif' dan 'go kompetitif'," kata Nezar Patria, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Tingkat penetrasi internet nasional kini telah menjangkau angka 80,6 persen populasi penduduk. Data Sistem Informasi Data Tunggal mencatat 30,12 juta unit usaha mikro di Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat berbicara pada Program Akselerasi Produk Lokal Shopee-Kementerian Perdagangan di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu, 13 Agustus 2026. (Foto: RRI/Danang Sundoro)

"Ada banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat, dengan adanya 'go produktif' dan 'go kompetitif' melalui platform digital ini, sejumlah UMKM naik kelas, sejumlah UMKM juga bisa besar. Dan ada banyak yang sudah 'go global' juga," ujar Nezar Patria.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kemen UMKM) mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Pelaksana tugas Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, memaparkan arah kebijakan tersebut.

"Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi AI. Kita harus menjadi pemain aktif dalam membentuk ekosistem di mana AI memperkuat usaha, memberdayakan pengusaha UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan merata," ucap Riza Damanik di Bali, Sabtu, 18 April 2026.

Kementerian meluncurkan platform SAPA UMKM serta program Entrepreneur Hub guna memperkuat inovasi usaha. Penerapan teknologi cerdas diarahkan untuk memperluas akses penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pihak platform lokapasar merespons integrasi ekosistem tersebut lewat peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal. Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang memaparkan rangkaian dukungan pilar 3A.

"Program Akselerasi Produk Lokal dengan semangat dukungan 3A di dalamnya, yaitu Akselerasi Usaha, Akselerasi Operasional, dan Akselerasi Perlindungan, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi usaha lokal," kata Balques Manisang.

Balques menguraikan enam tantangan besar yang dihadapi pelaku usaha dalam persaingan ekonomi digital. Keterampilan pemasaran daring dan efisiensi operasional harian menjadi kebutuhan mutlak bagi pedagang lokal.

"Di tengah dinamika ekonomi, mungkin kalau bahasa saat ini dibilangnya squeeze economy, kondisinya penuh tantangan. Ada tantangan krusial, yaitu keterampilan digital dan pemasaran online, pelaku usaha dalam negeri harus terus meningkatkan lagi kemampuan digital mereka," ujar Balques Manisang.

Platform lokapasar ini mentransformasikan ruang pelatihan fisik menjadi Kampus Shopee Kelas Online terpadu. Aplikasi ini menyediakan 400 modul pelatihan gratis yang mencakup fitur siaran langsung dan optimasi iklan.

"Di kelas ini yang sudah melatih jutaan UMKM di berbagai kota-kota di Indonesia, ada lebih dari 350 jam latihan. Fasilitasnya gratis dan silakan pilih jadwal sendiri, hanya dari app, mau affiliate marketing, mau fitur interaktif Shopee Live, optimasi iklan, mau belajar pengelolaan toko Shopee," ucap Balques Manisang.

Shopee meluncurkan inovasi dashboard program guna menjamin transparansi biaya promosi secara terbuka. Fitur ini membantu para pedagang menghitung margin keuntungan setiap produk secara presisi dan terukur.

"Dashboard ini juga menghadirkan transparansi informasi soal detail program dan struktur biaya yang jelas untuk setiap program promosi opsional. Fitur ini juga bisa membantu penjual menghitung margin dari setiap produk secara presisi untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang aman dan berkelanjutan," kata Balques Manisang.

Dukungan operasional digital diperluas melalui fasilitas layanan Dikelola Shopee berbasis pergudangan strategis nasional. Pelaku usaha lokal dibebaskan dari biaya layanan operasional selama tiga bulan pertama masa bergabung.

"Ini juga bisa membantu pelaku usaha mengatur pengelolaan pesanan dan stok hingga pengiriman dengan bantuan tim operasional. Shopee akan membantu penjual menjalankan operasional bisnis dengan lebih efisien lewat kehadiran lokasi-lokasi gudang yang strategis untuk menjangkau pembeli di berbagai wilayah Indonesia," ujar Balques Manisang.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang saat berbicara pada Program Akselerasi Produk Lokal Shopee-Kementerian Perdagangan di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu, 13 Agustus 2026. (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Jalur ekspor digital dibuka melalui skema Shopee Ekspor reguler dan program ekspor fleksi mandiri. Pedagang diberikan kebebasan penuh dalam menentukan margin keuntungan dan strategi penetapan harga luar negeri.

"Kalau yang fleksi, monggo bisa dikelola sendiri, kebebasan untuk menentukan margin, harga, strategi, dan lain-lain. Untuk fleksi, itu gratis biaya layanan dan biaya administrasi yang lebih rendah selama 3 bulan," ucap Balques Manisang.

Shopee juga menyalurkan subsidi voucer promosi Rp100 miliar serta kanal perlindungan merek digital. Laporan pelanggaran hak cipta ditindaklanjuti secara tegas dalam waktu tiga hari kerja.

"Seratus persen laporan di Brand IP Portal yang terbukti melanggar telah ditindaklanjuti dengan produk terkait diturunkan, dan melanggar dikenakan sanksi tegas dalam waktu 3 hari kerja saja. Di semester pertama tahun 2026, sudah Rp100 miliar yang kita berikan, beragam jenis voucher senilai lebih dari Rp100 miliar," kata Balques Manisang.

Rentetan kebijakan dan dukungan teknologi digital tersebut dicermati Clay Wala di Depok. Clay menegaskan kemudahan perangkat digital akan berbuah manis bila dibarengi penguatan mutu hulu.

"Terkait dengan digital, yang pertama, digitalisasi itu media yang bisa membuat semua proses menjadi efisien. Tetapi di hulunya sendiri kalau masih tidak benar, yang efisien ini jadi sia-sia," ujar Clay Wala.

Clay menguraikan data neraca perdagangan ekspor komoditas kertas dan barang cetakan nasional. Kelemahan standardisasi membuat produk olahan bernilai tambah tinggi sulit menembus pasar luar negeri.

"Indonesia itu ekspor kertasnya tahun 2025 bisa sampai 10 miliar dolar lebih. Ekspor barang cetakan hanya 0,4 persen-nya. Padahal harga kertas yang diekspor per kilonya di bawah 1 dolar, sedangkan harga barang cetakan yang diekspor 6 dolar per kilogram. Sama urusannya, standarisasi dan digitalisasi," ucap Clay Wala.

Praktik manipulasi bahan dan ukuran pakaian oleh pedagang nakal pun turut merusak kepercayaan konsumen lokapasar. Clay menegaskan bahwa perlindungan konsumen harus bermula dari kejujuran takaran dan kesesuaian fisik produk.

"Terlalu banyak pedagang-pedagang yang jualan online itu model tipu-tipu gitulah. Yang beli jadi kapok, ya akhirnya dia enggak mau belanja lagi gitu," kata Clay Wala.

Clay mengusulkan pembentukan konsolidator muatan kapal laut guna menekan biaya logistik produk mikro. Pengiriman terpadu dalam kuota dua kubik laut terbukti jauh lebih murah dibandingkan kargo pesawat.

"Konsolidator itu artinya dia bisa mengumpulkan produk-produk UMKM yang kira-kira bisa dijual di satu negara. Kalau produknya bisa bertahan setahun, kita ngirimnya pakai kapal laut. Sekali ngirim 2 kubik itu kira-kira 350 US dollar," ucap Clay Wala.

Sore merayap di kawasan Raffles Hill Depok. Titin merapikan seluruh botol Sambal RoaRia yang sudah dikemas dan ditimbangnya.

Ia membawanya masuk dan memasukkan ke dalam etalase berpendingin yang berada di ruang tamu. Di ruang dapur bersih yang kembali sepi produksi, sepasang tangan sepuh itu masih bertahan menapaki dunia digital di hadapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....