Peluk Hangat Prabowo dan Tangis Rindu Rumah Baca Anak Nagekeo

  • 27 Agt 2026 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian pascagempa di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Anak-anak pengungsi menunjukkan antusiasme tinggi dengan berkerumun, berebut bersalaman, dan ingin melihat Presiden dari dekat di tengah tenda pengungsian.
  • Interaksi personal antara Presiden dan anak-anak mencerminkan aspek kemanusiaan dalam respons pemerintah terhadap bencana alam yang terjadi di NTT.

RRI.CO.ID, Nisa Tenggara Timur - Di tengah tenda pengungsian dan suasana pemulihan pascagempa, tawa anak-anak terdengar saat Presiden Prabowo menyapa warga di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026. Anak-anak berkerumun, berebut bersalaman, dan antusias melihat Presiden dari dekat.

"Kok kenal saya sih?" tanya Presiden Prabowo. Seorang anak menjawab polos, "Oke Gas, Oke Gas, Oke Gas."

"Oke Gas?" balas Presiden sambil tersenyum. "Goyang-goyang, goyang," jawab anak itu sambil tertawa.

Sesaat, suasana pengungsian terasa lebih ringan. Anak-anak tersenyum, warga ikut mendekat, bahkan beberapa pengungsi mendapat kesempatan memeluk Presiden.

Presiden Prabowo Subianto menyapa anak-anak dan masyarkat saat meninjau lokasi terdampak bencana di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Namun, di balik keceriaan itu, anak-anak Nagekeo menyimpan kerinduan terhadap satu tempat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka. Yaitu perpustakaan.

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo yang dikonsep sebagai “rumah peradaban” mengalami kerusakan parah akibat gempa. Bangunan tersebut bahkan mendapat label merah dari tim teknis Kementerian PUPR dan untuk sementara tidak dapat digunakan.

Bagi anak-anak, kerusakan itu berarti kehilangan ruang. Tempat untuk membaca, belajar, bermain sambil mengenal teknologi, dan berkumpul.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo, Seri Babo Nuwa di lokasi terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo, Seri Babo Nuwa, masih mengingat reaksi anak-anak. Tepatnya sesaat ketika mengetahui perpustakaan mereka rusak.

"Setelah gedung ini diresmikan, banyak anak-anak datang kunjung. Nah ini mereka, ada yang menangis, aduh kami baca dimana lagi," ucap Seri.

"Karena di sini pusat pengetahuan, pusat informasi, dan pusat inovasi," ujarnya. Perpustakaan tersebut dibangun melalui Dana Alokasi Khusus pada 2021.

Tempat itu tidak hanya dirancang sebagai ruang membaca. Tetapi juga menjadi ruang bersama bagi anak-anak TK, SD, SMP hingga masyarakat umum.

"Konsep kantor kita ini adalah rumah peradaban dan laboratorium sumber daya manusia. Sehingga ketika kantor ini jadi banyak aktivitas baik itu dari anak-anak TK, SD, SMP sampai masyarakat," ujarnya.

Anak-anak juga dapat memanfaatkan fasilitas multimedia untuk mengakses informasi dan mengenal dunia digital. Berbagai kegiatan pengembangan sumber daya manusia turut digelar di tempat tersebut.

"Kemudian ada kegiatan inklusi. Ini kami istilahkan semacam hub di Nagekeo," kata Seri.

Presiden Prabowo Subianto memeluk anak-anak saat meninjau lokasi terdampak bencana di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kini, aktivitas itu terhenti sementara. Seri berharap pemerintah dapat menyediakan gedung darurat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Harapan kami ke depan yang pertama, untuk sementara dalam mendukung pelayanan. Kita bisa dapat gedung darurat, mungkin semi permanen," ucapnya.

"Karena kita akan teruskan layanan kepada masyarakat. Sambil juga kita mohon dukungan ke depan, kalau berkenan untuk bangun kembali gedung," katanya melanjutkan.

Harapan itu juga ingin dititipkan kepada Presiden Prabowo. Bagi Seri, membangun kembali perpustakaan bukan sekadar memperbaiki sebuah bangunan yang rusak akibat gempa.

Presiden Prabowo Subianto menyapa anak-anak dan masyarkat saat meninjau lokasi terdampak bencana di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Lebih dari itu, pembangunan kembali berarti mengembalikan ruang belajar. Ruang yang kini dirindukan anak-anak di Nagekeo.

Di tengah tawa anak-anak yang menyambut Presiden hari itu, menjadi pengingat bahwa mereka bukan hanya membutuhkan rumah yang kembali berdiri. Tetapi juga ruang untuk membaca, belajar, bermimpi, dan membangun masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....