Ketika Bank Jakarta Membuka Jalan Digital bagi Warung Tiga Generasi

  • 31 Jul 2026 10:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Yoyok adalah penjual kopi di kantin Radio Republik Indonesia Jakarta yang telah melayani ribuan pegawai, petugas, dan tamu dengan senyum dan kehangatan selama bertahun-tahun.
  • Warung kopi sederhana Yoyok bukan hanya tempat transaksi jual-beli, melainkan ruang penyimpan kenangan dan cerita yang menghubungkan berbagai generasi pengunjung.
  • Melalui setiap cangkir kopi yang disajikan, Yoyok telah menciptakan narasi keberlangsungan keluarganya di tengah perubahan zaman yang cepat dan kompleks.

Tranformasi Digital Mulai Menyentuh UMKM

Hal ini selaras dengan yang dikatakan Debra Zuan seorang 'founder' HAKKA INDONESIA, sebuah perusahaan layanan pelatihan dan inkubasi dalam pemasaran digital, keterampilan lunak (soft skills), serta UMKM. Debra menilai, digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku UMKM.

"Menurut kami, digitalisasi saat ini bukan lagi pilihan tapi sebuah keharusan atau kewajiban bahkan sudah menjadi kebutuhan. Perilaku konsumen sudah berubah, dan teknologi lagi-lagi harus dimanfaatkan supaya membantu mereka ya menjangkau pasar yang lebih luas, lebih efisien secara operasional, kemudian bisa membuka peluang penjualan juga lebih besar," saat diwawancarai RRI Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Debra, tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku UMKM bukan hanya keterbatasan modal, tetapi juga minimnya literasi digital mengikuti perkembangan zaman dan pasar. Ia menilai pelaku usaha yang masih kesulitan membuat konten, mengelola marketplace, hingga menyusun strategi pemasaran digital karena harus membagi waktu dengan kegiatan operasional usaha.

Terkait hal itu, Debra-pun mengatakan pihaknya saat ini menjalani kolaborasi dengan program Jakpreneur. HKK Indonesia memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha serta lebih siap menghadapi persaingan di era digital, khususnya UMKM di Ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (keempat dari kanan) saat membuka Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026 (Foto: Pemprov DKI Jakarta)


Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi, QRIS di Jakarta Capai 38 Persen Transaksi Nasional

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penggunaan QRIS di Jakarta terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Saat ini, transaksi QRIS di Ibu Kota mencapai 38 persen dari total transaksi QRIS nasional.

Menurut Pramono, capaian tersebut menunjukkan Jakarta masih menjadi daerah yang memimpin dalam penggunaan sistem pembayaran digital. Hal tersebut juga sejalan dengan besarnya kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional pada triwulan I 2026 mencapai sekitar 16,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

"Transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional. Dan itu berkat kerja sama antara Bank Indonesia, OJK, mendorong seluruh pasar-pasar yang ada di Jakarta," ungkap Pramono Anung saat membuka Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurutnya, seluruh 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI Jakarta kini telah menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Selain itu, sekitar 422.000 pelaku UMKM di Jakarta juga telah memanfaatkan transaksi digital.

“Mudah-mudahan 422 ribu UMKM yang sudah menggunakan QRIS ini nilai transaksinya juga semakin besar,” katanya.

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat memberikan penghargaan kepada Bank Jakarta yang diwakilkan oleh Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, dalam Lomba Digitalisasi Pasar di Main Hall Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat, 2025 (Foto: Pemprov DKI)

Komitmen Bank Jakarta Mengakselerasi QRIS di Ibu Kota

Langkah akselerasi di pasar tradisional ini sejalan dengan visi besar Bank Jakarta dalam memperluas ekosistem ekonomi digital ibu kota. Komitmen nyata Bank Jakarta terbukti dalam ajang Lomba Digitalisasi Pasar 2025.

Dalam ajang yang diikuti berbagai bank nasional tersebut, Bank Jakarta sukses meraih tiga penghargaan tersebut. Diantaranya Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar B (Pasar Koja), Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar A (Pasar Mayestik), serta Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

"Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian vital dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan mesin EDC, tetapi juga membuka pintu bagi pelaku UMKM untuk masuk ke dalam sistem keuangan formal. Bank Jakarta berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi utama pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan," kata Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi. Ia mengatakan, Bank Jakarta akan terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong digitalisasi pasar ke depannya.

“Kami meyakini digitalisasi pasar akan berdampak positif terhadap pemberdayaan UMKM dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....