Dari Sorowako, Mimpi-mimpi Itu Tumbuh di tengah Kawasan Tambang

  • 21 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kisah inspiratif Hirwaty Aris, warga Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang kini menyaksikan anak-anaknya menerima beasiswa seperti yang pernah ia dapatkan dulu.
  • Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) yang didukung PT Vale Indonesia Tbk mengelola pendidikan mulai jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga politeknik.
  • Kisah Sorowako menunjukkan pentingnya pembangunan manusia melalui pendidikan di tengah pengelolaan sumber daya alam.

Pagi di Sorowako dimulai dengan suara kendaraan tambang yang terus berlalu. Aktivitas industri menjadi denyut utama kehidupan masyarakat setiap harinya.

Namun di balik hiruk-pikuk tambang, langkah anak-anak sekolah tetap terlihat setiap pagi. Mereka berjalan membawa tas dan mimpi menuju ruang-ruang kelas sederhana.

Sebagian bercita-cita menjadi guru, teknisi, perawat, hingga insinyur pertambangan. Pendidikan perlahan menjadi jalan baru membangun masa depan generasi muda Sorowako.

Bagi Hirwaty Aris, pendidikan bukan sekadar kegiatan belajar di sekolah setiap hari. Pendidikan adalah harapan bagi kehidupan anak-anaknya di masa depan.

Ia masih mengingat momen menerima penghargaan beasiswa saat masih bersekolah dahulu. Kini kebanggaan serupa kembali dirasakan melalui kesempatan anak-anaknya belajar.

“Dulu saya bangga menerima penghargaan beasiswa di atas panggung. Sekarang kebanggaan itu hadir melalui anak-anak saya,” katanya, seraya mengenang momen tersebut.

Di Kabupaten Luwu Timur, banyak keluarga menggantungkan hidup pada aktivitas kawasan industri tambang. Tidak semua orang tua mampu membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Karena itu, bantuan pendidikan sering menentukan kelanjutan sekolah seorang anak di Sorowako. Beasiswa menjadi penopang harapan bagi banyak keluarga kurang mampu.

Harapan tersebut dijaga melalui Yayasan Pendidikan Sorowako atau YPS. Lembaga pendidikan itu didukung PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari MIND ID.

YPS mengelola pendidikan mulai taman kanak-kanak hingga politeknik di kawasan tambang. Sebagian besar siswa berasal dari keluarga sekitar wilayah industri Sorowako.

Sekolah menjadi ruang bagi anak-anak membayangkan kehidupan lebih luas dari kampung halamannya. Mereka mulai percaya memiliki kesempatan bersaing dengan daerah lain.

Program beasiswa membantu kebutuhan pendidikan sejak awal tahun 2000-an di Sorowako. Bantuan mencakup biaya sekolah, buku, seragam, hingga perlengkapan belajar siswa.

Sekolah di bawah YPS kini menerapkan Kurikulum Cambridge untuk sains dan matematika. Standar pendidikan internasional mulai hadir di kawasan timur Indonesia.

Di tingkat perguruan tinggi, Politeknik Sorowako melahirkan tenaga muda terampil dari Luwu Timur. Sebagian besar mahasiswa berasal dari daerah sekitar kawasan tambang.

Ketua YPS, Firman Fauzie mengatakan, lulusan bebas menentukan masa depannya sendiri. Pendidikan menurutnya harus membuka peluang, bukan membatasi pilihan karier.

“Lulusan kami bebas mencari pekerjaan di mana pun mereka mau. Pendidikan harus membuka kemungkinan lebih luas bagi generasi muda,” ujar Firman.

Di tengah besarnya industri tambang, Sorowako menyimpan cerita tentang tumbuhnya harapan baru. Dari ruang kelas sederhana, mimpi anak-anak daerah terus dirawat setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....