Dari Rembang, Ditra Membuka Jalan Talenta Muda

  • 07 Sep 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Di sebuah sudut Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, rasa ingin tahu pernah tumbuh dari lembaran majalah. Bagi Febrian Putra, majalah bukan sekadar bacaan.

Dari sana, ia mulai mengenal dunia desain, arsitektur, dan kehidupan yang terasa begitu jauh. Saat itu, internet belum menjadi tempat utama mencari informasi.

Ia yang kerap disapa Ditra ini pun mencoba cara sederhana dengan menulis surat kepada Ikatan Arsitek Indonesia. Ia ingin tahu bagaimana caranya menjadi seorang arsitek.

Surat itu dikirim melalui pos, meski akhirnya tidak pernah mendapatkan jawaban. Namun, tidak adanya balasan tidak membuat rasa penasarannya berhenti, justru dari sanalah perjalanan Ditra mengenal dunia kreatif dimulai.

Ketika duduk di bangku SMA, ia mulai membuat majalah dinding sekolah. Dari aktivitas sederhana itu, ketertarikannya terhadap dunia visual semakin kuat.

Selepas SMA, Ditra sempat mencoba masuk jurusan arsitektur Universitas Gadjah Mada. Ketika kesempatan tersebut belum berhasil, seorang teman memperkenalkannya pada Desain Komunikasi Visual ITB.

Pilihan itu akhirnya mempertemukan Ditra dengan dunia yang selama ini membuatnya penasaran. Ia belajar desain grafis, multimedia, hingga advertising.

Di antara berbagai bidang tersebut, advertising justru membuatnya tertarik. Sebab, bidang ini tidak hanya membutuhkan kemampuan visual, tetapi juga keberanian melahirkan gagasan.

“Advertising itu modal ngide, terus model mikir kreatif. Ini menarik saya,” ujar Ditra.

Dari bangku kuliah, cakrawala Ditra semakin terbuka. Ia mulai memahami bahwa kreativitas dapat menjadi profesi sekaligus jalan untuk memecahkan berbagai persoalan.

Kesempatan tersebut semakin terbuka ketika Ditra mendapat beasiswa dari Tanoto Foundation. Dukungan itu membantunya menyelesaikan pendidikan sekaligus memperluas pengalaman melalui berbagai kegiatan dan jejaring.

Selepas kuliah, Ditra memasuki dunia profesional. Ia kemudian berkarier di sejumlah perusahaan dan agensi periklanan, termasuk BBDO, McCann Worldgroup, J. Walter Thompson, dan Dentsu.

Pengalaman sekitar 15 tahun di industri advertising membuatnya melihat banyak perubahan. Salah satunya, kebutuhan terhadap talenta kreatif yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Namun, perjalanan karier itu akhirnya membawa Ditra pada sebuah pertanyaan. Apakah ia akan terus bekerja sebagai karyawan atau mulai membangun sesuatu yang benar-benar menjadi miliknya?

Pertanyaan tersebut kemudian mengantarkannya mendirikan Animal3 Creative. Langkah itu membuat Ditra kembali menjadi seorang pemula.

Ia tidak lagi hanya memikirkan ide kreatif. Ia harus belajar mengelola bisnis, membangun tim, dan memastikan perusahaan dapat terus bertumbuh.

Pengalaman itu justru membuat pandangannya terhadap talenta muda semakin luas. Ia menyadari kemampuan kreatif tidak hanya tumbuh di kota-kota besar.

Di berbagai daerah, banyak anak muda memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan yang kuat. Hanya saja, tidak semuanya memiliki kesempatan untuk mengenal dunia kreatif lebih dekat.

Ditra kemudian memilih berbagi pengalaman. Ia membawa pengetahuan tentang industri advertising ke sekolah-sekolah dan bertemu langsung dengan pelajar.

Di hadapan para siswa, dunia advertising tidak lagi diperkenalkan sebagai sesuatu yang jauh. Mereka diajak melihat bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi karya dan solusi.

Bagi Ditra, tujuan kegiatan tersebut bukan sekadar mencari calon pekerja kreatif. Ia ingin memperluas pilihan anak-anak muda ketika menentukan masa depannya.

“Bukan untuk selalu menjadi pekerja. Tapi setidaknya saya ingin kasih informasi, kamu bisa melakukan banyak hal nanti,” katanya.

Kalimat itu menjadi penting bagi Ditra. Sebab, dirinya pernah berada pada posisi yang sama, ketika informasi tentang dunia kreatif terasa jauh dari tempat tinggalnya.

Kini, setelah bertahun-tahun berada di industri tersebut, Ditra memilih kembali membuka pintu yang dahulu ia cari sendiri. Dari Rembang, perjalanan itu bermula dari sebuah majalah.

Kini, pengalaman yang sama ingin ia teruskan kepada generasi muda. Sehingga mereka memiliki lebih banyak pilihan untuk melangkah.

Bagi Ditra, mungkin tidak semua anak akan menjadi desainer, advertiser, atau pekerja industri kreatif. Namun, satu hal yang lebih penting adalah memastikan mereka tahu bahwa kesempatan itu ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....