Kisah Seniman Suhartono, Mengukir Keindahan Laut di Atas Kayu Jepara

  • 30 Apr 2026 11:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pameran Tatah 2026: Seni Ukir Jepara digelar di Museum Nasional Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai sejarah dan kekayaan seni ukir tradisional Jepara.
  • Karya maestro Suhartono bertema biota laut menjadi sorotan, dengan proses pengerjaan hingga 5–10 tahun serta penggunaan alat khusus untuk menghasilkan detail ukiran yang sangat halus.
  • Seni ukir tidak hanya dipandang sebagai teknik, tetapi juga sarat makna spiritual; Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan tatah merupakan representasi jiwa pengukir dan bagian dari perjalanan budaya Jepara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pameran Tatah 2026: Seni Ukir Jepara berlangsung khidmat usai diresmikan pada Rabu, 29 April 2026. Museum Nasional Indonesia dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai selaras dengan karakter Tatah yang menitikberatkan pada nilai sejarah.

Setiap sudut Ruang Pamer Temporer A dipenuhi ukiran khas Jepara. Ukiran tersebut menampilkan kekayaan motif serta detail pengerjaan seni ukir tradisional.

Salah satu karya yang mendapat sorotan khusus adalah ukiran milik Maestro Suhartono atau biasa dipanggil Hartono. Karya bertema Biota Laut tersebut menampilkan corak ukiran yang sangat detail pada setiap bagiannya.

Ia mengungkapkan, proses pengerjaan karya tersebut memakan waktu sekitar lima hingga sepuluh tahun. Ketertarikannya pada tema laut berangkat dari latar belakangnya sebagai anak pesisir yang akrab dengan kehidupan laut.

"Berawal dari kecintaan saya terhadap laut, saya ingin menghadirkan suasana bawah laut dalam karya ini," ujarnya di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 29 April 2026. Ia menambahkan, eksplorasi dilakukan dengan menelusuri kawasan pesisir Jepara hingga Kepulauan Karimunjawa, bahkan turut menyelam bersama rekan-rekannya.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengembangkan gagasan menjadi sebuah karya seni ukir dengan konsep taman laut. Menariknya, karya tersebut dituangkan secara detail dalam setiap elemen ukiran.

Menurutnya, proses pengerjaan tidak bisa mengandalkan alat yang umum dijual di pasaran. Ia memodifikasi peralatan seperti gerinda dan kikir berukuran kecil agar mampu menjangkau bagian-bagian paling rumit.

"Alatnya harus dibuat setajam mungkin supaya detail motif terlihat dan bisa menjangkau sela-sela yang paling sulit. Kalau hanya alat biasa, tidak akan bisa," katanya.

Ia menambahkan, ketelitian tersebut bertujuan agar setiap detail ukiran dapat dinikmati secara maksimal oleh pengunjung. Bahkan, menurutnya, karya itu diharapkan mampu memberikan pengalaman visual layaknya melihat langsung suasana bawah laut.

"Seakan-akan kita seperti sedang menyelam (diving). Cobalah melihat dengan jarak yang sangat dekat, ukiran ini mengajak anda untuk menyelam," ujarnya.

Berbeda dari seni ukir pada umumnya, karya Suhartono menampilkan detail yang sangat halus dan kompleks. Ia mengakui, karya tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Pada tahap awal, hampir seluruh bagian terasa sulit untuk dikerjakan. Namun, seiring pemahaman terhadap bentuk dan detail yang diinginkan, tingkat kesulitan itu berangsur berkurang.

Lebih lanjut, untuk menghasilkan sebuah karya masterpiece dibutuhkan jenis kayu yang tidak biasa. Kayu jati menjadi pilihannya untuk menghasilkan sebuah karya indah karena dinilai memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik.

Di sisi lain, para maestro seni ukir memaknai proses berkarya tidak hanya sebagai aktivitas teknis. Proses tersebut juga dipandang sarat dengan nilai spiritual.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan bahwa Tatah bukan sekadar alat dalam seni ukir. Melainkan perpanjangan tangan sekaligus representasi jiwa para pengukir.

"Dari setiap ketukannya lahir karya yang tidak hanya indah. Tetapi juga sarat makna," ujarnya.

Ia menambahkan, Jepara mungkin dikenal sebagai kota kecil di pesisir Pulau Jawa. Namun, Jepara sejatinya menyimpan perjalanan panjang sebagai ruang perjumpaan berbagai budaya dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....