Akustik Kota Tua, Nada Jalanan Menyapa Awal Tahun
- 01 Jan 2026 20:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Di tengah keramaian kawasan Plaza Kota Tua Jakarta, alunan gitar akustik terdengar mengalir sejak sore hingga malam. Pada momen libur Tahun Baru 2026, musik berpadu dengan riuh pengunjung yang memadati ruang terbuka bersejarah tersebut.
Lampu-lampu kawasan menyala, langkah kaki saling bersahutan, dan sesekali terdengar tepuk tangan mengikuti irama lagu. Di atas plaza, Komunitas Akustik Kota Tua tampil menghidupkan suasana pergantian tahun dengan musik sederhana namun penuh makna.
Di sela-sela penampilan, Ketua Komunitas Akustik Kota Tua, Rangga, berbincang singkat dengan RRI. Ia mengenang perjalanan komunitas yang bermula pada 10 Juli 2017 dari aktivitas mengamen keliling.
Saat itu, Rangga hanya membawa satu gitar dan segudang mimpi untuk bertahan hidup dari musik. Namun, dari rutinitas berpindah sudut ke sudut Kota Tua, muncul keinginan mengubah cara bermusik di ruang publik.
“Dulu saya cuma pengamen keliling. Saya kepikiran, gimana caranya bukan saya yang nyamperin orang, tapi orang yang datang buat menikmati musik,” ujar Rangga.

Ketua Komunitas Akustik Kota Tua, Rangga saat berbincang dengan RRI.co.id di sela menghibur pengunjung di Kawasan Kota Tua Jakarta, Kamis (1/1/2026) (Foto: RRI/Afriani Respati)
Keinginan tersebut menjadi titik balik perjalanan bermusiknya. Rangga mulai mengajak pengamen lain di kawasan Kota Tua untuk berkumpul dan bermain musik bersama.
Dari satu gitar dan satu lagu, kebersamaan itu perlahan berkembang menjadi sebuah tim. Jumlah personel bertambah, aransemen lagu semakin beragam, hingga lahirlah Komunitas Akustik Kota Tua.
Komunitas ini merupakan gabungan pengamen yang sepakat mengubah pola pikir. Musik tidak lagi sekadar alat bertahan hidup, tetapi ruang berkarya dan menata masa depan.
“Ini gabungan pengamen-pengamen di Kota Tua yang mau berubah mindset-nya. Kami ingin lebih baik dan punya arah,” kata Rangga.

Komunitas Akustik Kota Tua saat tampil menghibur pengunjung di libur tahun baru 2026 di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (1/1/2026) (Foto: RRI/Afriani Respati)
Seiring waktu, Akustik Kota Tua mulai dikenal luas oleh pengunjung. Jadwal penampilan rutin kemudian dibagikan melalui media sosial agar masyarakat bisa menikmati pertunjukan mereka.
Dalam kondisi normal, komunitas ini tampil empat kali sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Namun, suasana berbeda terasa saat libur sekolah dan Tahun Baru.
Pada libur Tahun Baru 2026, lonjakan pengunjung membuat Akustik Kota Tua tampil setiap hari. Mereka hadir sejak sore hingga malam untuk menemani wisatawan menikmati Kota Tua.

Masyarakat ikut bernyanyi dan bergoyang bersama saat Akustik Kota Tua membawakan lagu-lagu bernuansa dangdut di Kawasan Kota Tua Jakarta, Kamis (1/1/2026) (Foto: RRI/Afriani Respati)
Rinawati, pengunjung asal Jakarta, mengaku sengaja berhenti di plaza karena tertarik dengan musik yang dimainkan. Ia menilai penampilan akustik membuat suasana Tahun Baru terasa lebih hangat dan ramah keluarga.
“Kalau ada musik begini, capek jalan jadi hilang. Tahun Baru di Kota Tua jadi lebih hidup,” ujar Rinawati disela menikmati alunan musik.
Hal serupa dirasakan Siska Apriyanti, penggemar asal Karawang, yang datang khusus saat libur Tahun Baru. Ia mengaku kerap menyaksikan Akustik Kota Tua melalui media sosial.
“Lihat langsung beda banget. Lebih terasa, bisa nyanyi bareng, suasananya dapet bisa ketemu langsung Bang Rangga” kata Siska sambil tertawa kecil.

Salah seorang penggemar Akustik Kota Tua asal Karawang, Siska Apriyanti (pojok kanan) tampak bahagia mengabadikan penampilan idolanya saat tampil di Kawasan Kota Tua Jakarta, Kamis (1/1/2026) (Foto: RRI/Afriani Respati)
Selain panggung langsung, Akustik Kota Tua juga aktif di media sosial seperti TikTok. Namun, kepadatan pengunjung kerap membuat siaran langsung terhambat sinyal.
Rangga mengakui media sosial membantu menjangkau penonton dari luar daerah. Meski demikian, interaksi langsung tetap menjadi ruh utama komunitas ini.
“Ketemu langsung, nyanyi bareng, lihat senyum penonton, itu yang bikin kami bertahan. Kami senang musik kami bisa diterima,” ujarnya menutup percakapan.
Di antara bangunan tua, alunan musik, dan riuh Tahun Baru 2026, Akustik Kota Tua menjelma lebih dari sekadar hiburan. Musik mereka menjadi ruang pertemuan, kebersamaan, dan harapan di jantung sejarah Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....