Semangat Tinju Dua Pelajar SRMA 9 Jakarta
- 17 Des 2025 21:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Di halaman kecil Sekolah Rakyat Menangan Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur, dua remaja berlatih tinju dengan penuh semangat. Faisal dan Fatir, sama-sama kelas sepuluh, baru sebulan mengenal olahraga ini.
Mereka saling berhadapan dengan sarung tangan merah dan biru yang terlihat kebesaran. Langkah kecil mereka maju mundur mengikuti instruksi sederhana yang diberikan pelatih.
Di antara pukulan ringan, terdengar tawa yang mencairkan ketegangan latihan. Namun sesekali wajah keduanya berubah serius ketika mulai memasuki mode sparing.
Faisal mencoba mengayunkan jab kiri ke arah Fatir dengan penuh percaya diri. Fatir menangkis cepat sambil mundur setapak, menjaga jarak aman dari pukulan lawannya.
“Saya pengin kayak Muhammad Ali, soalnya gerakannya lincah,” kata Faisal sambil tersenyum malu kepada RRI di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur, Jumat (12/12/2025). Ia mengaku ketakutan awalnya hilang setelah rutin latihan dan mengenal teknik dasar.

Faisal (kiri) dan Fatir (kanan), siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur, berlatih tinju menggunakan samsak di halaman sekolah, Jumat (12/12/2025).
Fatir pun punya idola sendiri yang membuatnya semakin berani masuk ring. “Kalau saya suka Tyson, pukulannya kuat banget,” ucapnya sambil merapikan sarung tangan birunya.
Mereka berlatih tiga kali seminggu di kampus UNJ yang jaraknya satu jam perjalanan. Keduanya biasa pulang sekolah lebih awal agar tidak terlambat mengikuti sesi latihan.
Latihan dimulai dari stretching hingga sparing yang menguji keberanian mereka. Bagi dua remaja ini, setiap pertemuan dengan samsak adalah panggilan disiplin baru.
“Pertama kali latihan saya takut gegar otak,” kata Faisal sambil tertawa kecil. Namun ia merasa mentalnya jauh lebih kuat setelah mengikuti beberapa kali sparing.

Faisal (kiri) dan Fatir (kanan), siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur, berpose usai latihan tinju di halaman sekolah, Jumat (12/12/2025). (Foto: RRI/Alfreds Tuter)
Fatir juga merasakan perubahan sejak mencoba tinju untuk pertama kalinya. “Kita jadi lebih disiplin, sama fisik jadi kuat,” ucapnya singkat namun yakin.
Wakil Kepala Sekolah SRMA 9, Wiji Kurniawati menyaksikan perubahan itu dengan bangga. Menurutnya, keberanian keduanya tumbuh sangat cepat meski baru sebentar berlatih.
“Belum sebulan sudah berani sparing serius,” ucap Wiji sambil menunjukkan rekaman latihan mereka. Ia menilai tinju membantu anak-anak lebih fokus dan percaya pada kemampuan diri.
Sekolah memfasilitasi sarung tinju, samsak, dan kebutuhan nutrisi sederhana untuk mereka. Guru-guru menyiapkan telur rebus dan dada ayam agar kondisi anak tetap bugar.

Faisal (kiri) dan Fatir (kanan), siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur, melakukan latihan sparing ringan di halaman sekolah, Jumat (12/12/2025). (Foto: RRI/Alfreds Tuter)
“Kalau anak punya kemauan kuat, kami mendukung sampai maksimal,” kata Wiji. Ia berharap latihan tinju menjadi pintu prestasi yang membawa mereka ke masa depan lebih baik.
Bagi Faisal dan Fatir, ring kecil di halaman sekolah ini adalah awal perjalanan mimpi. Mereka ingin membuktikan bahwa mimpi besar tidak harus lahir dari tempat besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....