Dari Subuh, Keluarga Kecil Asal Bogor Berburu Cerita di Pesta Rakyat Monas

  • 17 Agt 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lili Suryani dan keluarganya berangkat dari Bogor pukul subuh menuju Monas untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.
  • Monas dikunjungi oleh lautan manusia yang memeriahkan kawasan dengan musik, permainan, dan semarak kemerdekaan.
  • Keluarga Lili menemani suami dan dua anaknya menikmati pesta rakyat sejak pagi hari di lokasi bersejarah tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Fajar belum membuka tirai langit ketika Lili Suryani meninggalkan Bogor bersama keluarganya menuju Monas merayakan kemerdekaan Indonesia tercinta. Seusai salat subuh, keluarga kecil itu menempuh perjalanan menuju Jakarta membawa semangat merah putih dan harapan menikmati pesta.

Setibanya di Monas, Lili menemukan lautan manusia yang memenuhi kawasan dengan tawa, musik, permainan, serta semarak kemerdekaan. Di tengah keramaian tersebut, ia menemani suami dan dua anaknya menikmati setiap sudut pesta rakyat sejak pagi.

“Alhamdulillah seru banget. Jadi puas,” ujar Lili kepada RRI di Monas, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Perjalanan keluarga itu bermula pukul lima pagi setelah Lili menunaikan salat subuh sebelum berangkat menuju Jakarta bersama keluarganya. Sesampainya di lokasi, Lili langsung berkeliling bersama keluarganya menikmati rangkaian acara dan berbagai hiburan yang tersedia sepanjang hari.

“Saya datang dari jam 5, berangkat jam 5 pagi. Habis salat subuh,” kata Lili.

Lili kemudian membawa pulang sejumlah hadiah setelah mengikuti kegiatan seru-seruan bersama pengunjung lainnya di panggung pesta rakyat tersebut. Hadiah berupa setrika menjadi salah satu buah tangan yang membuat perjalanan keluarga terasa semakin manis dan berkesan.

“Banyak, banyak banget alhamdulillah sih. Maksudnya, ya worth it-lah ya untuk, untuk piknik-piknik ala-ala kita gitu, ala-ala emak-emak, ya,” ucap Lili.

Berbagai hidangan gratis turut mengisi perjalanan keluarga Lili, mulai daging, ayam suwir, telur rebus, dimsum, hingga minuman segar. Menurut Lili, sajian tersebut membuat perjalanan jauh dari Bogor terasa sepadan dengan kebersamaan keluarga sepanjang pesta rakyat berlangsung.

“Tadi kalau suami sempat makan ada sate, sate. Cuman saya nggak, nggak ikut makan karena tadi saya lagi ikut lomba, ya kan,” ujar Lili.

Semangat kemerdekaan juga melekat melalui pakaian merah putih yang sengaja disiapkan keluarga Lili sejak jauh-jauh hari sebelumnya bersama. Mereka memilih warna tersebut karena momentum kemerdekaan terasa semakin lengkap ketika seluruh keluarga mengenakan simbol persatuan Indonesia tercinta.

“Jadi, dari jauh-jauh hari itu udah planning nanti kita pakai merah putih, ya. Terus anak-anak pakai merah,” kata Lili.

Kerumunan pengunjung membuat Lili menerapkan strategi sederhana agar kedua anaknya tetap aman selama mengikuti kegiatan pesta rakyat tersebut. Ia meminta suami mendampingi anak-anak terlebih dahulu sebelum dirinya mengantre, kemudian keluarga bergantian mengambil kebutuhan masing-masing secara tertib.

“Yang penting kuat ngantri aja. Kalau misalnya nggak kuat ngantri ya jangan deh,” ucap Lili.

Meski tubuh mulai lelah setelah seharian berada dalam keramaian, Lili bersyukur karena tetap dapat menjalankan ibadah tepat waktu. Ruang tenda yang tersedia membuat keluarga dapat menunaikan salat Zuhur dan Asar meski pesta rakyat berlangsung sangat meriah.

Lili juga mengaku telah tiga kali datang menikmati pesta rakyat bersama keluarganya pada momen liburan dan perayaan kemerdekaan. Setiap kunjungan menghadirkan rasa lelah, tetapi kebersamaan bersama anak-anak membuat perjalanan panjang tersebut tetap terasa menyenangkan bagi keluarga.

Ketika hari semakin petang, Lili masih ingin bertahan selama anak-anaknya belum mengajak pulang dari pesta rakyat tersebut. Bagi keluarga kecil dari Bogor itu, pesta rakyat menjadi kenangan merah putih yang ingin kembali mereka ulangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....