Senyum Josepha usai Kirab, dari Color Guard hingga Harapan untuk Indonesia

  • 18 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Josepha Angela, Taruni Akademi Kepolisian, menjadi color guard dalam kirab, setelah menjalani persiapan sekitar dua hingga tiga bulan dan latihan intensif selama sepekan.
  • Kirab menjadi pengalaman pertama bagi angkatannya, sekaligus kehormatan karena tampil di hadapan masyarakat dan pejabat negara.
  • Di usia ke-81 RI, Josepha berharap Indonesia semakin baik, damai, kondusif, dan terbebas dari perpecahan serta korupsi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Riuh kirab kemerdekaan perlahan mereda setelah seluruh rangkaian prosesi selesai digelar. Di tengah keramaian, seorang peserta kirab masih melayani permintaan masyarakat yang ingin berfoto bersama.

Wajahnya tampak berkeringat setelah menjalani rangkaian kegiatan, tetapi senyum tetap terlihat ketika beberapa warga menghampiri. Mengenakan seragam marching band berwarna merah dengan aksesori keemasan, ia terlihat membawa bendera yang menjadi bagian dari tugasnya sebagai color guard.

Peserta tersebut adalah Josepha Angela Ivana Wirahmawan, Taruni Akademi Kepolisian. Ia menjadi bagian dari pasukan yang turut mengiringi kirab dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di balik penampilannya yang penuh semangat, terdapat persiapan panjang sebelum akhirnya tampil di hadapan masyarakat. Josepha mengatakan persiapan telah dilakukan selama beberapa bulan, kemudian dilanjutkan dengan latihan intensif menjelang pelaksanaan kirab.

"Kurang lebih sekitar dua sampai tiga bulanan kami udah persiapan. Dan ditambah dengan gladi-gladi selama kurang lebih 1 minggu, full kami geladi," kata Josepha kepada RRI seusai mengikuti kirab di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026 malam.

Latihan panjang tersebut akhirnya membawa Josepha dan rekan-rekannya tampil dalam salah satu momen penting peringatan kemerdekaan. Josepha menyebut, kesempatan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi angkatannya sekaligus kehormatan yang sulit dilupakan.

Rasa bangga semakin terasa ketika Josepha menyadari dirinya tampil di hadapan masyarakat dari berbagai daerah. Ia juga menyaksikan langsung sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dalam rangkaian kegiatan tersebut.

"Puji syukur, puji Tuhan, saya dikasih kesempatan bisa tampil di acara besar seperti ini. Ini suatu kehormatan juga buat saya, bisa tampil secara langsung di hadapan banyak masyarakat Indonesia, pejabat-pejabat utama, di hadapan Bapak Presiden," katanya.

Tak hanya tampil dalam prosesi sore, Josepha bersama pasukannya juga menjalani rangkaian tugas sejak pagi hari. Ia menyebut tugas tersebut mencakup pengantaran hingga pemulangan bendera.

"Pagi dan sore. Pengantaran sama pemulangan bendera," ucapnya.

Rangkaian tugas sejak pagi hingga sore membuat suasana selepas kirab terasa berbeda. Kelelahan terlihat dari keringat yang membasahi wajah, namun keramahan tetap ditunjukkan ketika masyarakat mengajaknya berfoto bersama.

Bagi Josepha, seluruh tenaga yang dikeluarkan selama persiapan dan pelaksanaan terbayar dengan pengalaman tampil dalam perayaan kemerdekaan. Momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap peran dalam kirab memiliki cerita dan perjuangan di baliknya.

Memasuki usia ke-81 Republik Indonesia, Josepha menyimpan harapan sederhana untuk masa depan bangsa. Ia ingin Indonesia menjadi negara yang semakin baik, damai, dan terbebas dari perpecahan.

"Harapannya di usia Indonesia yang ke-81 ini, Indonesia bisa lebih baik, lebih damai, lebih kondusif semuanya. Tidak ada lagi perpecahan-perpecahan, tidak ada lagi korupsi dan lain sebagainya," ucapya penuh rapan.

Malam itu, keramaian kian terasa di kawasan Monas menjelang puncak perayaan Hari Kemerdekaan. Bagi Josepha, pengalaman sebagai bagian dari kirab akan menjadi kenangan tersendiri tentang pengabdian, kebersamaan, dan harapan untuk Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....