Pengembangan Tembakau Negeri Perkuat Ekonomi dan Budaya Masyarakat Fakfak
- 21 Jun 2026 09:06 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus mendorong pengembangan Tembakau Negeri sebagai komoditas kearifan lokal yang memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penanaman Tembakau Negeri seluas satu hektare yang dilaksanakan pada empat kelompok tani di Distrik Teluk Patipi dan Distrik Kramongmongga.
Empat kelompok tani yang mendapat program tersebut yakni Kelompok Ten Janom di Kampung Adora, Kelompok Krih Qpan di Kampung Us, Kelompok Kwamkwamur, serta Kelompok Siribon di Kelurahan Fakfak Utara. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan tanaman endemik khas Fakfak.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan meskipun masih dalam skala terbatas, pemerintah daerah setiap tahun tetap mengalokasikan program pengembangan Tembakau Negeri karena memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
"Tembakau Negeri merupakan tanaman endemik yang memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi yang kuat bagi masyarakat Fakfak sehingga perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari produk kearifan lokal daerah," ujar Widhi saat meninjau lokasi penanaman.

Menurutnya, budidaya Tembakau Negeri membutuhkan perhatian khusus karena tanaman tersebut sangat sensitif terhadap perubahan cuaca maupun serangan hama. Keberhasilan budidaya sangat bergantung pada ketekunan petani dalam melakukan pemeliharaan secara rutin.
"Petani harus rutin mengunjungi kebun setiap hari untuk memantau pertumbuhan tanaman, membersihkan gulma, menjaga kelembaban lahan, serta mengendalikan hama dan penyakit yang dapat merusak daun," katanya.
Widhi menjelaskan, daun merupakan bagian utama yang menentukan mutu dan nilai jual tembakau. Karena itu, kualitas daun harus dijaga agar tetap sehat dan terhindar dari kerusakan akibat hama maupun penyakit tanaman.
Selain memberikan bantuan dan bibit, Dinas Perkebunan juga melakukan pendampingan sejak tahap penanaman hingga panen. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil yang diperoleh petani.
"Jika tanaman dirawat dengan baik dan terhindar dari serangan hama, maka daun yang dihasilkan akan memiliki mutu yang baik dan bernilai ekonomi lebih tinggi. Dalam satu musim, setiap pohon dapat menghasilkan panen daun sebanyak dua hingga tiga kali," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Krih Qpan Kampung Us, Hermelina Iha, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang terus mendampingi kelompok tani dalam mengembangkan usaha Tembakau Negeri.
"Kami sangat bersyukur karena pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga turun langsung melihat kebun kami. Usaha tembakau ini menjadi sumber ekonomi bagi kelompok mama-mama di kampung dan hasilnya banyak digunakan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak kami," ungkap Hermelina.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap Tembakau Negeri dapat terus berkembang sebagai komoditas unggulan berbasis kearifan lokal yang mampu menjaga warisan budaya masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pekebun di daerah penghasil tembakau negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....