Investasi Sawit Bomberay–Tomage Fakfak Masuki Tahap Observasi Lapangan
- 16 Jun 2026 19:08 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama PT. STM Agro Energi melakukan observasi lapangan di kawasan Bomberay–Tomage sebagai bagian dari pemantapan rencana investasi perkebunan kelapa sawit. Kegiatan tersebut melibatkan lima direktur operasional teknis guna mengidentifikasi kondisi lapangan dan kesiapan kawasan sebelum investasi memasuki tahap berikutnya.
Observasi dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi fokus pengembangan, di antaranya kawasan Pabrik RSP, embung air, lahan potensial sawit, kebun plasma, wilayah tapal batas, hingga kawasan Sungai Otoweri dan Thesha. Peninjauan juga mencakup kesiapan infrastruktur pendukung seperti sistem tata air dan rencana pengembangan pelabuhan CPO.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan di berbagai kesempatan mengatakan pemerintah daerah menyambut baik masuknya investasi yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa investasi harus berjalan sesuai aturan serta memperhatikan hak masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.
"Pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong investasi sesuai branding Fakfak sebagai daerah yang ramah investasi, namun tetap mengedepankan hak masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan, dan kepastian manfaat bagi masyarakat." ujar Bupati Samaun Dahlan.
Menurut Samaun, proses observasi dan asesmen lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap rencana investasi memiliki dasar data yang kuat sehingga dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu Direktur ST International Corp., Kim Hyo Yeol, menyebut observasi lapangan merupakan langkah awal yang sangat menentukan sebelum perusahaan mengambil keputusan pengembangan investasi dalam skala yang lebih besar.
"Kami ingin memastikan bahwa rencana investasi ini dibangun di atas data lapangan yang akurat, kesiapan infrastruktur, dan harmonisasi dengan hak-hak masyarakat adat." ungkapnya.
Ia menambahkan prinsip keberlanjutan menjadi perhatian utama perusahaan agar investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengungkapkan bahwa berdasarkan rencana pengembangan, luas areal APL yang dimohonkan mencapai sekitar 15.080,53 hektare. Dari total tersebut, sekitar 11.018,40 hektare direncanakan sebagai areal inti dan 2.756,95 hektare untuk kebun plasma masyarakat.
"Observasi ini penting untuk memastikan kesiapan kawasan, kondisi tata air, akses infrastruktur, serta kepastian lahan yang menjadi hak masyarakat adat." jelas Widhi.
Widhi menambahkan sinkronisasi pemetaan bersama BPN, tim terpadu pemerintah daerah, Dewan Adat, LMA, dan pemilik hak petuanan terus dilakukan untuk menghindari potensi konflik lahan.
Observasi lanjutan dijadwalkan berlangsung di Pelabuhan CPO Tesha dan Kampung Goras guna melengkapi data teknis yang dibutuhkan dalam proses pengembangan kawasan investasi sawit di Bomberay–Tomage.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....