Investasi Sawit di Bomberay-Tomage Dapat Dukungan Masyarakat Kampung Goras
- 18 Jun 2026 19:28 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Kampung Goras, Syamsudin Napitupulu, menyatakan dukungannya terhadap rencana investasi perkebunan kelapa sawit yang tengah dikaji di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage, Kabupaten Fakfak. Ia menilai investasi yang dikelola secara baik dapat menjadi pendorong pembangunan daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Syamsudin berharap Kampung Goras dapat dipertimbangkan sebagai salah satu lokasi alternatif pengembangan jetty bongkar muat logistik dan jetty Crude Palm Oil (CPO). Menurutnya, kampung tersebut memiliki posisi strategis karena berada di kawasan muara yang terhubung langsung dengan jalur perairan.
"Kami menyambut baik rencana investasi yang masuk ke wilayah Bomberay dan Tomage. Harapan kami, Kampung Goras dapat menjadi salah satu alternatif lokasi pengembangan jetty bongkar muat maupun jetty CPO karena memiliki posisi yang strategis dan didukung potensi wilayah laut yang berada di kawasan muara," ujar Syamsudin.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur pendukung investasi di wilayahnya diyakini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat melalui peningkatan akses transportasi, tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, serta terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap rencana investasi perkebunan kelapa sawit yang sedang dikaji bersama investor.
Saat ini, tim teknis yang bekerja sama dengan PT STM Agro Energi tengah melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi sejumlah lokasi potensial.
"Tim teknis saat ini sedang melakukan peninjauan dan verifikasi lapangan di beberapa titik potensial, yaitu Kali Handak Otoweri, Kali Tesha, dan Muara Goras. Survei ini bertujuan untuk melihat tingkat kesesuaian lokasi dari berbagai aspek teknis, termasuk kondisi perairan, kedalaman alur, aksesibilitas, karakteristik muara, serta potensi pengembangan fasilitas bongkar muat dan jetty CPO di masa mendatang," jelas Widhi.
Menurutnya, penentuan lokasi jetty tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melalui kajian komprehensif yang mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan pelayaran, lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen mengawal investasi agar berjalan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan, menghormati hak masyarakat, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....