Pembangunan SMA Baru Dekatkan Akses Pendidikan di Fakfak
- 13 Apr 2026 12:03 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak merencanakan pembangunan sekolah menengah atas (SMA) baru guna mengatasi keterbatasan daya tampung siswa di wilayah tersebut. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai distrik.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Muhammad Tahir Patiran, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan SMA baru yang berlokasi di Kampung Tanama Atas, Jalan Nuri Dalam.
“Jadi rencana kami, di tahun 2024 itu kami sudah membebaskan tanah di Kampung Tanama Atas, di Jalan Nuri Dalam sekitar 2 hektare lebih, itu diperuntukkan untuk SMA Meristika,” ujar Tahir.
Menurutnya, pembangunan SMA baru ini dilatarbelakangi oleh kondisi SMA Negeri 1 Fakfak yang saat ini sudah tidak mampu lagi menampung jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahun.
“Yang mana kami ketahui bahwa di Kabupaten Fakfak, khusus SMA Negeri 1 Fakfak itu tampungnya sudah tidak bisa, sehingga pemerintah berpikir bagaimana supaya mengurangi beban volume siswa yang tidak bisa lagi ditampung,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pembebasan lahan telah memasuki tahap awal dengan realisasi anggaran sekitar Rp2 miliar lebih untuk sebagian area yang direncanakan.
“Jadi itu kita sudah tahap pertama membebaskan setengah dari sekitar anggaran 2 miliar lebih untuk tanah sekitar 2 hektare lebih. Insya Allah nanti di tahun perubahan, kalau kemampuan anggaran tercukupi, itu akan kita lunasi,” katanya.
Tahir juga mengungkapkan bahwa pembangunan fisik sekolah direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027, setelah seluruh proses administrasi dan pembiayaan rampung.
“Dan mungkin di tahun 2027 itu sudah ada eksekusi pembangunan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep pembangunan SMA saat ini berbeda dengan sebelumnya, di mana fasilitas pendidikan harus terintegrasi dalam satu kawasan yang memadai.
“SMA ini minimal 3 hektare, karena sekarang harus ada lab, lapangan olahraga, rumah guru, semua harus ter-cover dalam satu lokasi. Jadi memang master plan-nya sudah lengkap,” terangnya.
Selain itu, pembangunan SMA di wilayah distrik juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua siswa, terutama yang berasal dari kampung-kampung jauh.
“Kalau dari distrik seperti Kampung Goras, biaya anak untuk sekolah SMA itu sudah seperti biaya kuliah, bisa sampai 12 juta sampai 13 juta per bulan karena harus kos, makan, dan lainnya,” ujarnya.
Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan tersebut sebagai langkah strategis dalam mendekatkan layanan pendidikan ke masyarakat.
“Ini upaya pemerintah yang cerdas untuk mendekatkan fasilitas pendidikan ke distrik. Kami mengajak masyarakat untuk mendukung, karena ini hal yang luar biasa,” tutup Tahir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....